- Dokter Ivan menyatakan dua puluh persen ibu hamil berencana normal berpotensi caesar karena masalah persalinan mendadak.
- Penyebab utama caesar meliputi ukuran bayi terlalu besar akibat diabetes kehamilan dan gangguan kemajuan persalinan.
- Penyebab lain tindakan caesar adalah posisi bayi tidak normal, komplikasi plasenta, serta kebutuhan tindakan keselamatan segera.
Suara.com - Banyak perempuan yang merencanakan melahirkan normal atau persalinan pervaginam, tetapi ibu hamil bisa mendadak harus menjalani operasi caesar. Lantas, apa sebabnya?
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk (BMHS) sekaligus Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, Sp.OG mengatakan sekitar 20 persen ibu yang mencoba melahirkan normal berpotensi menghadapi masalah saat persalinan, meskipun selama kehamilan tidak ditemukan keluhan berarti.
“Perempuan memang dibuat untuk secara alami melahirkan secara normal,” ujar Dr. Ivan saat perhelatan Bunda Parenting Convention 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.
"Jadi memang satu dari lima ibu-ibu yang mencoba untuk melahirkan normal ada yang berpotensi mempunyai masalah pada saat persalinan, terlepas dari selama kehamilan nggak ada isu ataupun komplain," lanjutnya.
Berikut ini beberapa sebab ibu hamil bisa mendadak melahirkan dengan operasi caesar:
1. Bayi berukuran terlalu besar
Salah satu kondisi yang dapat membuat persalinan pervaginam menjadi sulit adalah ukuran bayi yang terlalu besar.
Dr. Ivan menjelaskan persalinan pervaginam atau lahiran normal kerap sulit dilakukan jika ukuran bayi terlalu besar. Kondisi ini salah satunya dapat berkaitan dengan diabetes selama kehamilan.
“Kalau komplikasi yang sifatnya karena tidak hidup, contoh misalnya diabetes dalam kehamilan, atau barangkali kebanyakan makan gula, itu bisa menyebabkan bayinya lebih besar,” jelasnya.
Bayi yang terlalu besar bisa menghambat proses persalinan normal karena berkaitan dengan kemampuan kepala dan tubuh bayi melewati panggul ibu.

2. Persalinan tidak mengalami kemajuan
Persalinan yang tidak mengalami kemajuan atau labor arrest juga dapat menjadi alasan dilakukan operasi caesar.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dalam pedoman yang diperbarui pada 2024 menyebut labor dystocia atau gangguan kemajuan persalinan sebagai salah satu kondisi yang dapat menjadi indikasi persalinan caesar.
Kondisi tersebut terjadi ketika pembukaan serviks atau proses turunnya bayi tidak mengalami perkembangan seperti yang seharusnya.
Artinya, meskipun ibu sudah masuk ruang bersalin dengan rencana persalinan normal, keputusan dapat berubah berdasarkan perkembangan persalinan dan keselamatan ibu serta bayi.