Cuaca Panas Sebabkan Perempuan Melahirkan Prematur?

Dythia Novianty | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 10 Agustus 2017 | 11:02 WIB
Cuaca Panas Sebabkan Perempuan Melahirkan Prematur?
Ilustrasi ibu hamil sedang minum. (Shutterstock)

Suara.com - Dikatakan, perempuan hamil yang terpapar panas ekstrem akan meningkatkan risiko dirinya melahirkan sebelum waktunya atau prematur. Selai itu juga membawa risiko baik bagi bayi maupun dirinya sendiri.

Meski begitu, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, seperti infeksi, inkompetensi serviks dan lain-lain, yang memiliki kehamilan kembar.

Namun, sebuah studi terbaru telah menambahkan faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kelahiran prematur dan itu adalah cuaca panas. Menurut penelitian, paparan panas yang ekstrem selama kehamilan dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur.

Paparan suhu ekstrem dapat berdampak negatif pada hasil kelahiran, termasuk perubahan panjang usia kehamilan, berat lahir, kematian dan stres neonatal selama suhu panas yang luar biasa, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Research and Public Health.

"Ibu (hamil) adalah kelompok penting yang memiliki kerentanan unik terhadap tekanan panas harus dan diperhitungkan dalam kebijakan kesehatan masyarakat," kata Sabrina McCormick dari Associate Professor di Milken Institute School of Public Health di George Washington University.

Para peneliti melakukan tinjauan sistematis yang ekstensif terhadap artikel penelitian yang mengidentifikasi bagaimana eksposur terkait panas menghasilkan efek kesehatan yang merugikan bagi perempuan hamil. Temuan menunjukkan bahwa peristiwa panas yang terjadi pada musim panas menyebabkan peningkatan hasil yang merugikan terhadap kejadian lahir prematur.

"Paparan terhadap panas yang ekstrem dapat membahayakan ibu hamil dan bayinya, terutama dalam situasi di mana ibu hamil memiliki akses terbatas terhadap perawatan pranatal," kata McCormick.

"Studi kami menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut mengenai cara-cara perubahan iklim, dan panas pada khususnya, mempengaruhi kesehatan ibu dan hasil neonatal," kata McCormick lagi.

"Penelitian ini juga menunjukkan bahwa standar seragam untuk menilai efek panas pada kesehatan janin ibu harus ditetapkan," tutupnya. [Zeenews]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ciri Kehamilan Seperti Apa?

Ciri Kehamilan Seperti Apa?

Health | Rabu, 09 Agustus 2017 | 18:16 WIB

Bayi Kembar Beyonce Lahir Prematur

Bayi Kembar Beyonce Lahir Prematur

Entertainment | Rabu, 21 Juni 2017 | 07:52 WIB

Studi: Anak Prematur Bisa Berprestasi Seperti Anak Normal

Studi: Anak Prematur Bisa Berprestasi Seperti Anak Normal

Health | Selasa, 13 Juni 2017 | 14:38 WIB

Terkini

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB