Rajin Kontrol Gula Darah, Tapi Masih Kena Komplikasi Diabetes?

Vania Rossa

Selasa, 27 Maret 2018 | 12:38 WIB
Rajin Kontrol Gula Darah, Tapi Masih Kena Komplikasi Diabetes?
Ilustrasi tes gula darah (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru di Universitas Heidelberg, Jerman, menunjukkan bahwa kita selama ini mungkin telah salah menafsirkan tentang penyakit diabetes dan komplikasi yang menyertainya, yang identik dengan mengharuskan penderitanya memantau dan mengontrol kadar gula darah.

Selama ini diyakini bahwa memantau kadar gula darah dapat membantu mengurangi risiko komplikasi pada penderita diabetes, seperti penyakit jantung dan kebutaan. Tetapi faktanya, bahkan dengan kontrol kadar gula darah yang baik, penderita diabetes seringkali masih mengalami komplikasi lebih lanjut, termasuk kerusakan saraf dan kerusakan ginjal. Hal ini menunjukkan bahwa pengobatan diabetes yang efektif membutuhkan lebih dari sekedar mengontrol kadar gula darah.

Diabetes tipe 2 terjadi ketika pankreas tidak cukup melepaskan hormon insulin, atau ketika sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Insulin ini membantu tubuh menggunakan glukosa untuk kebutuhan energi langsung atau menyimpannya untuk kebutuhan energi masa depan. Ini berarti, gula (glukosa) tetap berada di dalam darah dan tidak digunakan sebagai bahan bakar untuk energi.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism, menunjukkan bahwa molekul yang disebut methylglyoxal (MG) dapat menyebabkan banyak kerusakan yang terkait dengan diabetes tipe 2.

MG adalah metabolit reaktif atau produk sampingan sel, yang mengarah pada pembentukan molekul kuat yang akan memodifikasi protein, lemak, dan DNA di dalam sel. MG mencegah molekul protein, lemak, dan DNA bekerja sehingga menyebabkan sel-sel tidak berfungsi dengan baik.

MG terbentuk sebagai hasil dari berbagai reaksi kimia yang terjadi di dalam sel, yang menjadi sangat reaktif pada kasus diabetes.

Dalam penelitiannya, para peneliti membiarkan MG terakumulasi di dalam tubuh seekor lalat, membuat lalat tersebut menjadi resisten pada insulin. Lalat tersebut kemudian menjadi gemuk, dan seiring berjalannya waktu, kadar glukosanya juga terganggu.

Temuan baru ini mungkin dapat membantu menjelaskan mengapa, bahkan dengan kontrol kadar gula darah yang baik, komplikasi diabetes masih terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin untuk memperlambat, atau bahkan mencegah, komplikasi diabetes dapat dilakukan melalui kombinasi kontrol glukosa yang baik sekaligus pengurangan MG.

Perawatan diabetes dengan cara menurunkan kadar gula darah, seiring berjalan waktu, efektivitasnya biasanya menurun. Karena itu, pasien membutuhkan obat baru yang berfungsi mengendalikan diabetes dan komplikasinya dengan cara yang berbeda.

baca juga

Dan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa selain mengontrol kadar gula darah, kita juga harus mempertimbangkan perawatan tambahan yang mencegah pembentukan metabolit reaktif, seperti MG. Bagaimana caranya?

Nah, meski si metabolit reaktif ini dapat menyebabkan kerusakan yang luas di dalam sel, ada molekul yang dapat secara efektif menghentikan pembentukan MG.

Molekul tersebut adalah antioksidan. Meski tak semua metabolit reaktif sensitif terhadap antioksidan, saat ini ada jenis antioksidan baru yang disebut carnosine. Antioksidan ini dapat mencegah pembentukan berbagai metabolit reaktif yang terbentuk dari glukosa dan asam lemak.

Uji klinis terhadap carnosine sedang berlangsung, tetapi temuan awal cukup menjanjikan. Diketahui bahwa carnosine mampu mengurangi kadar gula darah, serta mencegah berbagai komplikasi yang berhubungan dengan diabetes. Bahkan lebih baik lagi, karena carnosine ini diklasifikasikan sebagai suplemen makanan daripada obat, sehingga pasien tidak memerlukan resep untuk membelinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gigi Mudah Tanggal, Waspadai Diabetes Melitus!

Gigi Mudah Tanggal, Waspadai Diabetes Melitus!

Health | Selasa, 20 Maret 2018 | 18:40 WIB

Brokoli Bisa Jadi Obat Alami Diabetes, Begini Caranya

Brokoli Bisa Jadi Obat Alami Diabetes, Begini Caranya

Health | Kamis, 15 Maret 2018 | 18:51 WIB

Konsumsi Makanan Kaya Serat dapat Obati Diabetes Tipe 2

Konsumsi Makanan Kaya Serat dapat Obati Diabetes Tipe 2

Health | Minggu, 11 Maret 2018 | 19:36 WIB

Terkini

BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi

BRI Kembali Pimpin Peringkat Merek Paling Bernilai di Indonesia, Pertahankan Prestasi

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:11 WIB

5 Bedak Tabur Lokal Murah untuk Menahan Minyak di Area T-Zone

5 Bedak Tabur Lokal Murah untuk Menahan Minyak di Area T-Zone

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kebakaran TPA Pasirbajing Tak Kunjung Padam, Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat!

Kebakaran TPA Pasirbajing Tak Kunjung Padam, Pemkab Garut Tetapkan Tanggap Darurat!

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:09 WIB

BRI Unggul dalam Brand Finance Indonesia 100 2026, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

BRI Unggul dalam Brand Finance Indonesia 100 2026, Nilai Merek Tembus USD6,9 Miliar

Lampung | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06 WIB

BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar

BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar

Bekaci | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:02 WIB

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Sektor Perbankan Sumbang 45% Nilai Merek Nasional

BRI Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia, Sektor Perbankan Sumbang 45% Nilai Merek Nasional

Bogor | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Selisih Yield SBN vs US Treasury Makin Tipis, Suahasil Klaim Bukti Investor Mulai Percaya RI

Selisih Yield SBN vs US Treasury Makin Tipis, Suahasil Klaim Bukti Investor Mulai Percaya RI

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi

Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:00 WIB

BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance

BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance

Surakarta | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas

Jatim | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:57 WIB

×