Selisih Yield SBN vs US Treasury Makin Tipis, Suahasil Klaim Bukti Investor Mulai Percaya RI

Dicky Prastya

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:00 WIB
Selisih Yield SBN vs US Treasury Makin Tipis, Suahasil Klaim Bukti Investor Mulai Percaya RI
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) menyapa para pegawai usai dilantik menjadi Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Per 7 Oktober 2026, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengumumkan selisih yield SBN dan US Treasury menyempit ke 188 bps.
  • Penyempitan selisih tersebut terjadi karena tingginya kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan APBN Indonesia.
  • Kondisi tersebut berdampak positif dengan masuknya aliran modal asing ke Indonesia tanpa harus membayar beban bunga terlalu tinggi.

Suara.com - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memamerkan selisih imbal hasil (yield) antara Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) kini menyempit hingga ke level 188 basis poin (bps).

Per 7 Oktober 2026, yield US Treasury tenor 10 tahun mengalami lonjakan hingga 5,28 persen sekaligus menjadi yang tertinggi selama 23 tahun terakhir. Sementara imbal hasil SBN 10 tahun tercatat sebesar 7,17 persen.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa penurunan selisih suku bunga ini menjadi bukti kuat meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

"Dulu harus kita berikan baru attractive kalau dikasih 400 bps, 500 bps. Kita cukup memberikan 188 bps, dan ini adalah basis dari fundamental kepercayaan kepada pengelolaan ekonomi makro Indonesia," katanya dalam acara Investor Daily Summit 2026, dikutip Minggu (11/10/2026).

Sebagai perbandingan, pada krisis ekonomi tahun 2003, Indonesia harus menawarkan extra premium bunga hingga 1.000 bps di atas suku bunga obligasi AS agar produk keuangan domestik dilirik pasar global.

Sedangkan saat ini, meskipun suku bunga AS berada di level tertinggi dalam hampir 23 tahun terakhir (5,28%), Indonesia tidak perlu lagi membayar beban bunga yang terlampau tinggi untuk menarik modal asing.  

"Jadi kalau bunga Amerika Serikat waktu itu adalah 4 persen, Indonesia mesti kasih hampir 12 persen, baru ada yang beli, baru ada yang mau masuk ke Indonesia. Ketika kita memasuki global crisis tahun 2009, bahkan Indonesia itu harus memberikan bunga lebih tinggi lagi. Dan ini tentu meningkatkan biaya bunga untuk perekonomian kita," paparnya.

Berkat spread (selisih) yang lebih kecil itu, Suahasil menyebut kalau ini berdampak pada masuknya aliran modal asing ke Indonesia (capital inflow), baik melalui SBN maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selisih 188 bps ini juga dianggap Suahasil kalau RI lebih baik dari negara sepadan (peer group) seperti India, Filipina, Afrika Selatan, Meksiko, dan Brazil karena obligasi mereka memiliki selisih lebih tinggi dari US Treasury.

baca juga

Lebih lanjut Suahasil menyebut kalau ini bisa terjadi karena adanya kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola Pemerintah.

"Kuncinya adalah kredibilitas. Tidak bisa kita mengelola perekonomian tanpa kredibilitas yang baik. Kredibilitas berarti transparansi, komunikasi terus dilakukan, dan kita harus terus menunjukkan bahwa APBN yang kita kelola adalah APBN yang memang bermanfaat," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Negara Pecah Rekor Rp 4.100 Triliun, Suahasil Kejar Target Penerimaan Tahun Depan

Belanja Negara Pecah Rekor Rp 4.100 Triliun, Suahasil Kejar Target Penerimaan Tahun Depan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Pemerintah Terbitkan SBR015, BRI Siapkan Akses Pemesanan Ritel Multi Platform

Pemerintah Terbitkan SBR015, BRI Siapkan Akses Pemesanan Ritel Multi Platform

Bri | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Suahasil Potong Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian-Lembaga 30% di Akhir Tahun 2026

Suahasil Potong Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian-Lembaga 30% di Akhir Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:09 WIB

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

AS Kehilangan 81 Pesawat Tempur akibat Iran, Rugi Fantastis hingga Rp58,99 Triliun

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

Solar Meroket, Sanksi Dicopot: Minyak Rusia Diborong Amerika Serikat

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Terkini

Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi

Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:00 WIB

BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance

BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance

Surakarta | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas

Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas

Jatim | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Empat Tahun Memimpin, BRI Konsisten Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia

Empat Tahun Memimpin, BRI Konsisten Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia

Sulsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Jet Tempur AS Lumpuhkan Kapal Kargo Misterius, Situasi Teluk Oman di Luar Kendali

Jet Tempur AS Lumpuhkan Kapal Kargo Misterius, Situasi Teluk Oman di Luar Kendali

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Brand Finance 2026: Nilai Merek BRI Capai USD6,9 Miliar, Tertinggi di Indonesia

Brand Finance 2026: Nilai Merek BRI Capai USD6,9 Miliar, Tertinggi di Indonesia

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:51 WIB

8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock

8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock

Sumbar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Hand Cream untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasi Produk

Hand Cream untuk Apa? Intip Manfaat dan 3 Rekomendasi Produk

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:50 WIB

BRI Pertahankan Posisi Merek Paling Bernilai di Indonesia di Tengah Persaingan Industri Keuangan

BRI Pertahankan Posisi Merek Paling Bernilai di Indonesia di Tengah Persaingan Industri Keuangan

Kalbar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:48 WIB

Nilai Merek BRI Tembus USD6,9 Miliar, Jadi yang Tertinggi di Indonesia

Nilai Merek BRI Tembus USD6,9 Miliar, Jadi yang Tertinggi di Indonesia

Batam | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:46 WIB

×