3 Mitos Soal Vaginismus yang Jangan Lagi Dipercaya

Rabu, 26 September 2018 | 21:00 WIB
3 Mitos Soal Vaginismus yang Jangan Lagi Dipercaya
Vaginismus masih diselubungi mitos. [shutterstock]

Suara.com - Vaginismus merupakan kondisi di mana perempuan tak bisa untuk berhubungan seks. Vaginismus ini terjadi saat otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya saat penetrasi seksual.

Vaginismus merupakan masalah seksual yang menyakitkan, dan tak jarang membuat frustrasi perempuan.

Meski vaginismus tidak mempengaruhi gairah seksual, pengidap vaginismus sulit berhubungan intim atau mengakibatkan rasa tidak puas saat berhubungan seks. Kabar baiknya, kondisi ini tidak permanen dan dapat diobati.

Sayangnya, mitos yang melekat pada vaginismus membuat banyak orang malah menghindari pergi mencari bantuan profesional dan mendapatkan bantuan. Dikutip dari The Health Site, berikut beberapa mitos soal vaginismus

1. Vaginismus bisa hilang sendiri

Mitos ini membuat perempuan akhirnya berhenti mencari pengobatan. Ingat, kondisi ini adalah bukan hal yang disengaja dan seorang perempuan tidak memiliki kendali atas kondisi tersebut.

Ada alasan psikologis hingga fisiologis yang dapat menyebabkan otot di sekitar vagina menjadi kencang saat akan berhubungan seks. Jadi, satu-satunya cara untuk menikmati penetrasi bebas rasa sakit adalah dengan menjalani perawatan yang tepat.

Sebenarnya, vaginismus adalah salah satu gangguan seksual yang paling mudah diobati. Setelah diobati, penderita biasanya jarang mengalami kekambuhan.

2. Vaginismus terjadi karena Mr P

Baca Juga: Jangan Percaya, 6 Hal Tentang Seks Ini Cuma Mitos!

Ukuran Mr P pasangan sama sekali tidak ada hubungannya dengan vaginismus yang Anda alami. Vaginismus membuat otot vagina mengeras, sehingga tidak ada ruang untuk penetrasi, dan akan menyulitkan pasangan dengan ukuran Mr P apun melakuken penetrasi.

3. Nyeri karena vaginismus normal

Seks adalah aktivitas untuk mendapatkan kesenangan, bukan rasa sakit. Karena itu seks tidak seharusnya menyakiti kedua belah pihak, baik lelaki maupun perempuan. Jadi, jangan percaya mitos ini.

Jika Anda merasa bahwa mengalami kondisi ini, di mana sudah tidak ada lagi foreplay atau relaksasi yang membantu menyempurnakan hubungan Anda, segera hubungi dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI