Zaman Sekarang, Kesehatan Mental Remaja Akan Hadapi Situasi Sulit

Ade Indra Kusuma

Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:34 WIB
Zaman Sekarang, Kesehatan Mental Remaja Akan Hadapi Situasi Sulit
Ilustrasi remaja (Shutterstock)

Suara.com - Kesehatan mental merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih disalahpahami oleh banyak orang, kesehatan mental bisa diartikan  sebagai suatu keadaan sesorang yang sejahtera secara psiko-sosial dimana tiap individu menyadari potensi dirinya sendiri, dapat menghadapi tekanan yang normal dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan baik, dan dapat memberikan kontribusi positif bagi komunitasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2018, Program Master Psikologi Atma Jaya Indonesia menyelenggarakan acara Pekan Proyeksi Jiwa (ProJiwa) Festival film kesehatan jiwa yang berlangsung mulai tanggal 23-27 Oktober 2018. Event ini juga diisi acara seminar kesehatan dan diskusi yang membahas tema "Young People and Mental Health in a Changing World".

Seminar kesehatan jiwa yang berlangsung di kampus Atma Ajaya (23/10/2018) [Suara.com/Ade]
Seminar kesehatan jiwa yang berlangsung di kampus Atma Ajaya (23/10/2018) [Suara.com/Ade]

Diskusi ini menghadirkan pembicara diantaranya dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp.KJ(K), Inez Kristianti, M.Psi., dan Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M.Hum.

Bicara masa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi dengan berbagai perubahan dan dinamika. Mulai dari perubahan secara fisik-biologis dari seorang anak menuju orang dewasa, yang secara natural membawa perubahan atau bahkan gejolak secara psikologis.

"Perubahan bentuk tubuh dan hormonal dapat mempengaruhi munculnya sebuah dinamika suasana hati dan perilaku. Tidak hanya itu, remaja dan orang muda juga mengalami perubahan-perubahan sosial. Model interaksi, tanggung jawab dan tuntutan sosial yang berbeda dengan ketika masa kanak-kanak. Tentunya semua ini memberikan dampak secara psikologis yang berpengaruh pada perilakunya," buka dr. Gitayanti.

Perubahan-perubahan yang dialami oleh para muda ini secara natural sudah membawa dinamika gejolak psikis yang bakal bertambah pada era modern saat ini.

"Tuntutan sosial semakin tinggi, situasi juga semakin kompleks. Perubahan gaya hidup dapat memicu terjadinya kebingungan dan stres yang jika tidak teridentifikasi dan tidak tertangani dapat mengarah pada terjadinya suatu gangguan," lanjut Psikolog Elizabeth Kristi.

Organisasi Kesehatan Dunia ini juga meminta kepada setiap pemerintah di berbagai negara untuk ikut terlibat dalam urusan sosial, kesehatan, serta edukasi kesehatan para remaja. Pasalnya, mereka yang masih muda merupakan penerus bangsa di masa depan.

Pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan pada remaja dan anak muda perlu diawali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat. Apalagi tantangan dan pengaruh kemajuan teknologi yang bisa menimbulkan efek negatif apabila salah dalam menyikapi.

baca juga

"Bicara kemajuan teknologi informasi, hingga sosial media, tidak dapat dipungkiri banyak memberikan kemudahan dan keuntungan, namun ternyata juga membawa dampak-dampak negatif apabila tidak disikapi secara arif," beber Psikolog Inez Kristianti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vaksinasi HPV Tak Bikin Remaja Lakukan Hubungan Seks Berisiko

Vaksinasi HPV Tak Bikin Remaja Lakukan Hubungan Seks Berisiko

Health | Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:29 WIB

Mengenal Gangguan Emosional, Depresi yang Diidap Selena Gomez

Mengenal Gangguan Emosional, Depresi yang Diidap Selena Gomez

Health | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 15:55 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×