Mengenal Sarkoma, Jenis Kanker yang Gejalanya Kerap Menipu

Vania Rossa, Firsta Nodia

Rabu, 31 Oktober 2018 | 13:04 WIB
Mengenal Sarkoma, Jenis Kanker yang Gejalanya Kerap Menipu

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan batuk dan sesak napas atau kembung di bagian perut? Tentu sebagian besar dari Anda akan mengira ini adalah penyakit batuk biasa atau sekadar masuk angin. Ternyata gejala ini juga bisa mengarah pada kanker sarkoma. Disampaikan Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC), Dr. Richard Quek, sarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan ikat, seperti otot, Iemak, tulang, tuiang rawan, dan pembuluh darah.

"Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, serta memiliki gejala yang tampaknya tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan seperti nyeri sendi, perut kembung. Namun, gejaIa-gejala ini sebenarnya dapat menjadi tanda-tanda penyakit yang lebih serius dan rumit, seperti sarkoma," ujar Richard dalam temu media di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Sarkoma sendiri, kata Richard, termasuk jenis kanker yamg cukup langka, yakni dengan prevalensi 5-6 kasus dari 100 ribu penduduk. Meski jumlah kasusnya masih sangat sedikit, Richard mengatakan bahwa pemahaman akan gejala sarkoma harus dimiliki masyarakat untuk mencegah perburukan kasus. Apalagi sarkoma lebih sering diidap pasien remaja dan dewasa muda.

"Kelompok usia ini biasanya cenderung dianggap lebih aman dari risiko kanker. Hal ini berkontribusi membuat diagnosis terlambat, sehingga dampak yang dialami oleh panderita sarkoma tersebut pun cenderung lebih parah. Terlebih, karena para pasien muda ini merupakan kelompok produktif sehingga efeknya akan lebih besar," tambah Richard.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Leon Foo Siang Shen, Consultant Orthopaedic Surgeon menjelaskan lebih lanjut mengenai gejala sarkoma. Gejala yang timbul pun kata dia dapat berbeda-beda, tergantung di bagian mana sarkoma tersebut tumbuh.

Bagi pasien yang memiliki sarkoma jaringan lunak di lengan atau kaki, misalnya, gejala paling umum adalah munculnya benjolan besar tanpa rasa sakit. Sedangkan, jika sarkoma tumbuh di tulang tangan atau kaki, pasien umumnya mengeluhkan nyeri tulang ketika beristirahat atau tidur malam. Gejala-gejala lainnya meliputi ruam gelap, batuk dan sesak napas jika sarkoma berkembang di area dada, serta kembung dan mudah merasa kenyang jika sarkoma berasal di bagian perut.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kondisi tubuh sendiri. Kemudian, tanyakan pada dokter umum apakah Anda perlu menemui dokter spesialis atau menjalani tes lebih lanjut, seperti MRI atau CT scan, jika gejala Anda tidak hilang setelah pengobatan rutin," tandas Dr Leon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Studi : Tingkat Kematian Akibat Kanker Lebih Tinggi Bagi Lelaki

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:00 WIB

Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Health | Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:14 WIB

Bertubuh Tinggi Lebih Rentan Terkena Kanker?

Bertubuh Tinggi Lebih Rentan Terkena Kanker?

Health | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 12:38 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×