Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:14 WIB
Deteksi Dini, Hindari Kematian Akibat Kanker Payudara

Suara.com - Meski masih menempati peringkat pertama penyakit mematikan, kanker payudara ternyata bisa disembuhkan. Tidak sedikit penderita kanker payudara yang pulih dan terbebas dari penyakit tersebut. Namun tentu saja ada syaratnya, yaitu kanker harus ditemukan saat stadium awal sehingga proses pengobatan bisa berjalan maksimal.

Deteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan sendiri payudara, atau yang sering kita dengar dengan istilah SADARI, dapat memperkecil resiko kematian akibat kanker stadium lanjut.

"Respons cepat dari para pasien atau penderita, sangatlah penting. Jika merasa ada yang tidak beres pada payudaranya, pasien segera berkonsultasi kepada dokter. Dengan begitu, penyakit tersebut dapat dideteksi sejak dini dan segera diobati," ujar dokter spesialis penyakit dalam dr, Herlinda Haroen di Siloam Hospital, Manado, dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (30/10/2018).

Herlinda menambahkam, kanker payudara sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaya hidup dan keturunan. Beberapa gejala bisa memudahkan pasien untuk segera datang ke dokter, seperti menemukan adanya benjolan atau rasa nyeri di sekitar payudara.

"Hal itu harus segera dikonsultasikan kepada tim dokter, namun kenyataannya tidak demikian. Kebanyakan mereka baru berkonsultasi jika penyakit tersebut sudah parah," tambah dia.

Angka pengidap penyakit kanker payudara sendiri terus meningkat. Data terkini di Indonesia menyebutkan bahwa penyakit ini menempati ranking pertama dibandingkan penyakit kanker lainnya.

"Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan, sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk dilakukan," tambah Herlinda.

Marketing Staff Siloam Hospital Manado, Veronica Ticonuwu, menambahkan talk show edukasi kesehatan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya pencegahan melalui perubahan pola hidup dan deteksi dini penyakit.

"Edukasi kesehatan dilakukan sebagai bentuk support kami kepada seluruh masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang sudah terdiagnosis mengidap penyakit ini. Dan, untuk yang masih sehat agar mengetahui gejala- gejalanya sehingga lebih mewaspadai," sambung Veronica.

Baca Juga: 2 Pegawai Pelindo II Jadi Korban Lion Air Jatuh

Siloam Hospital Manado sendiri, kata Veronica, memiliki fasilitas USG mammae untuk mendeteksi dini adanya kanker payudara pada pasien di bawah usia 40 tahun. Sementara pada pasien di atas 40 tahun terdapat fasilitas mamografi sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI