Idap Osteoporosis Waspadai Risiko Patah Tulang Belakang

Silfa Humairah Utami, Firsta Nodia

Jum'at, 02 November 2018 | 18:30 WIB
Idap Osteoporosis Waspadai Risiko Patah Tulang Belakang
Ilustrasi nyeri tulang belakang, osteoporosis. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu jenis degenerasi tulang belakang yang banyak dialami masyarakat Indonesia adalah osteoporosis.

lni merupakan kondisi dimana kepadatan tulang berkurang karena rendahnya kalsium pada tulang belakang. Kondisi ini bisa berbahaya karena menyebabkan melemahnya struktur atau kepadatan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang.

Disampaikan dr Ibnu Benhadi SpBS(K), Spesialis Bedah Saraf Brain Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, perempuan berusia 40 tahun keatas cenderung rentan mengalami osteoporosis. Data lain bahkan menunjukan sebanyak 40 persen perempuan di atas usia 80 tahun dipastikan memiliki osteoporosis tulang belakang.

"Patah tulang belakang akibat osteoporosis dapat menyebabkan nyeri pinggang yang menjadikan penderitanya kesulitan berdiri, jalan, duduk atau mangangkat suatu benda. Gejala lain yang dapat ditimbulkan pada patah tulang belakang adalah berkurangnya berat badan penderita," ujar dr Ibnu dalam temu media di RSU Bunda Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Untuk mendeteksi osteoporosis, dr Ibnu mengatakan bahwa beberapa pemeriksaan bisa dilakukan seperti Xray dan CT scan.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, dokter juga akan menganjurkan pemeriksaan kepadatan tulang menggunakan dual X-ray absorptiometry (DXA atau DEXA) scan.

"Ketika sudah didiagnosis osteoporosis, kita akan memberikan beberapa obat-obatan yang bertujuan mencegah terjadinya fraktur tulang belakang. Obat-obatan ini bekerja dengan cara memperkuat tulang dan mencegah pengeroposan agar tidak mengarah ke patah tulang," tambah dia.

Pada penderita osteoporosis yang sudah dengan mengalami patah tulang belakang, dr Ibnu merekomendasikan beberapa terapi termasuk memberikan obat penghilang rasa sakit, istirahat untuk beberapa saat, hingga penggunaan korset khusus dan pembedahan.

Kyphoplasty dan vertebroplasty merupakan teknologi bedah minimal invasive yang dapat digunakan untuk mengatasi fraktur tulang belakang. Dimana bahan khusus seperti semen yang disebut polymethylmethacrylate (PMMA) disuntikan secara langsung pada tulang belakang yang mengalami fraktur.

baca juga

"Sebelum penyuntikan PMMA dilakukan, balon khusus dimasukan dan dikembangkan pada tulang yang mengalami fraktur atau retak dengan menggunakan bantuan X-ray fluoroscopy menuju lokasi yang ditargetkan. Tujuan tindakan ini untuk mengembalikan tinggi dan bentuk tulang belakang sehingga dapat meningkatkan stabilitas tulang belakang," tambah dia.

Tindakan kyphoplasty sendiri dilakukan menggunakan anastesi lokal atau umum. Tindakan bedah minimal invasif ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit.

Sehingga masalah osteoporosis,  degenerasi tulang belakang yang banyak dialami masyarakat Indonesia ini cukup direkomendasikan tindakan kyphoplasty dan vertebroplasty. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Waspadai Penyakit Tulang Belakang di Usia 40 Tahun

Waspadai Penyakit Tulang Belakang di Usia 40 Tahun

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 17:00 WIB

Duh, Diet Tidak Sehat Bisa Memicu Osteoporosis !

Duh, Diet Tidak Sehat Bisa Memicu Osteoporosis !

Health | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 19:30 WIB

Wajib Baca ! Lakukan Tips Ini Agar Terhindar dari Osteoporosis

Wajib Baca ! Lakukan Tips Ini Agar Terhindar dari Osteoporosis

Health | Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11:00 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×