6 Cara Kurangi Nyeri saat Melahirkan Tanpa Disuntik

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:30 WIB
6 Cara Kurangi Nyeri saat Melahirkan Tanpa Disuntik
Ilustrasi ibu melahirkan. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Saat persalinan, biasanya para ibu akan diberikan suntikan pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit. Namun berbeda dengan apa yang dialami Nikki Bell. Ia melahirkan bayi dengan berat 5 kg tanpa disuntik obat penghilang rasa sakit atau dibius.

Seperti yang kita tahu, berat rata-rata seorang bayi ketika dilahirkan adalah 3,5 kg. Sedangkan batas wajarnya berada pada rentang 2,5 - 4,5 kg.

Nikki Bell dan Parker [dailynews]
Nikki Bell dan Parker [dailynews]

Nikki Bell, wanita asal Syned, Australia, melahirkan anak laki-laki yang ia beri nama Parker. Nikki melahirkan tanpa bantuan penghilang rasa sakit. Dengan berat bayi seperti itu, Pihak rumah sakit Blacktown Hospital pun menganggap ini merupakan rekor bayi terbesar yang pernah ada.

''Ini merupakan kelahiran alami tanpa komplikasi. Kami senang Parker dan ibunya dalam keadaan baik,'' ungkap pihak rumah sakit seperti dikutip Dailynews.

Melahirkan memang sebuah proses yang biasanya sangat menyakitkan. Banyak ibu baru cemas menghitung mundur tanggal persalinannya. Rasa nyeri saat melahirkan bisa dikurangi secara alami tanpa bergantung pada pembiusan medis. Namun, sebenarnya apakah kita bisa melahirkan normal tanpa disuntik obat penghilang rasa sakit? 

Rasa nyeri saat melahirkan bisa dikurangi secara alami tanpa bergantung pada pembiusan medis. Namun perlu diingat jika dampaknya tidak sebesar obat penghilang rasa sakit biasa. Berikut ada 6 tips kurangi nyeri persalinan seperti mengutip Parents.

Rileks

"Yang paling penting Anda dapat bersantai selama persalinan adalah pikiran Anda, ketika Anda takut rasa sakit, Anda tegang, itu membuat rasa sakit menjadi lebih buruk, jadi dibuat rileks saja," kata Stacey Rees, perawat-bidan bersertifikat di Clementine Midwifery, di Brooklyn, New York.

Pijatan

Pijatan di daerah bagian bawah punggung atau di bagian bahu saat kontraksi bisa mengurangi rasa nyeri saat persalinan. Pijatan juga bisa membuat Anda rileks dan membantu merangsang tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat Anda merasa lebih baik.

Minta tolong kepada pendamping atau bidan untuk memijat tubuh Anda. Minta mereka untuk memijat secara perlahan-lahan

Air Hangat

Isi botol dengan air panas, tapi bukan air mendidih. Sebelum menempelkan pada tubuh, atau bahu. Balut botol berisi air hangat dengan handuk tipis terlebih dahulu.

Kehangatan juga bisa Anda peroleh dengan mengompres bagian yang terasa sakit, seperti di antara bagian belakang vagina dan perineum (daerah antara vagina dan anus), dengan handuk yang telah direndam air hangat.

Terapi Air hangat dapat bekerja untuk mengurangi rasa sakit persalinan. "Jangan meremehkan kekuatan mandi juga, aliran air hangat tidak hanya membuat Anda rileks tetapi juga akan memijat Anda. Rasanya benar-benar luar biasa dan sangat menenangkan untuk masuk ke air hangat di pusat persalinan," kenang Cynthia Overgard ibu 3 orang anak asal Stamford, Connecticut, US.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ibu Sakit Jiwa Lahirkan Bayi Cantik Mengaku dari Semarang dan Samarinda

Ibu Sakit Jiwa Lahirkan Bayi Cantik Mengaku dari Semarang dan Samarinda

News | Senin, 10 Desember 2018 | 13:21 WIB

Meghan Markle Mimpikan Melahirkan di Rumah, Intip Sederet Risikonya

Meghan Markle Mimpikan Melahirkan di Rumah, Intip Sederet Risikonya

Lifestyle | Minggu, 09 Desember 2018 | 03:00 WIB

Gairah Seksual Perempuan Menurun Saat Menyusui, Ini Kata Pakar

Gairah Seksual Perempuan Menurun Saat Menyusui, Ini Kata Pakar

Health | Selasa, 27 November 2018 | 19:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB