Psikolog: Dukungan Sosial Penting Demi Memulihkan Trauma Pasca Bencana

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Rabu, 26 Desember 2018 | 18:25 WIB
Psikolog: Dukungan Sosial Penting Demi Memulihkan Trauma Pasca Bencana
Warga berdiri di depan rumahnya yang hancur diterjang gelombang tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, Selasa (25/12). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Jumlah korban akibat tsunami Selat Sunda terus bertambah, kali ini sudah terupdate sebanyak 430 orang meninggal dunia 1.495 orang luka-luka, 21.091 orang mengungsi pasca tsunami Selat Sunda.

Bencana ini terjadi pada Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

"Sebanyak 430 meninggal dunia, 1.495 orang luka-luka, sementara yang mengungsi 21.091 orang," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo, di kantor BNPB, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Peristiwa ini membuat warga di pesisir pantai Anyer, Kabupaten Serang panik. Kepanikan juga terjadi di lingkungan warga Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Psikolog Fath Fatheya, M.Psi, menjelaskan bencana alam memang memiliki dampak psikologis yang luar biasa pada individu dan tentunya berpotensi menyebabkan seseorang kehilangan secara materi maupun orang-orang terkasih, baik itu keluarga, hingga kerabat.

"Terdapat reaksi-reaksi wajar dialami oleh orang yang terkena bencana, seperti terguncang (kaget), panik, takut, sedih, bingung, cemas, resah, tidak berdaya, tidak nafsu makan, sulit tidur, atau bahkan sampai kepada reaksi fisik yaitu: pusing, mual, deg-degan, mati rasa, dan lainnya," ujarnya saat dihubungi Suara.com, Rabu (26/12/2018).

Menurut Fatheya, manusia memang tidak melulu dapat tegar menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup, apalagi bencana alam. Fatheya mengimbau agar para korban sebisa mungkin berkumpul dengan orang-orang yang bisa membuat nyaman.

"Sangat wajar jika seseorang dalam rentang waktu beberapa hari sampai sebulan, masih merasakan reaksi tidak menyenangkan dari bencana alam. waktu untuk proses pemulihan psikologis setiap orang terhadap bencana berbeda-beda. agar bisa mempercepat proses pemulihan (tetap tegar), usahakan untuk berkumpul bersama dengan orang-orang yang membuat kita nyaman dan aman. kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, dan kondisi yang aman harus terpenuhi," bebernya.

Menurut Fatheya, dukungan sosial adalah hal utama dari pemulihan psikologis pasca bencana.

"Berkumpul dengan teman, saudara, kerabat, memberikan kita rasa aman. jika butuh bercerita mengenai apa yang dialami, carilah orang yang dieprcaya dan nyaman untuk bercerita," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kru Band Seventeen: Suara Jerit dan Tangis Menggema di Tanjung Lesung

Kru Band Seventeen: Suara Jerit dan Tangis Menggema di Tanjung Lesung

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 18:05 WIB

Ahli Waris Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Akan Dapat Rp 15 Juta

Ahli Waris Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda Akan Dapat Rp 15 Juta

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 17:53 WIB

Pastikan Pemerintahan Sudah Berjalan Pasca Tsunami, Mendagri Akan ke Banten

Pastikan Pemerintahan Sudah Berjalan Pasca Tsunami, Mendagri Akan ke Banten

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 17:31 WIB

Terkini

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB