Merasa Kesepian? 6 Cara Ini Bisa Bantu Mengatasinya

Vika Widiastuti

Jum'at, 11 Januari 2019 | 15:39 WIB
Merasa Kesepian? 6 Cara Ini Bisa Bantu Mengatasinya
Ilustrasi kesepian. (Shutterstock)

Suara.com - Saat kesepian biasanya orang menjadi binggung apa yang harus dilakukannya. Jadi, tak heran banyak orang berjuang untuk mengusir parasaan kesepian dalam hidupnya. 

Namun, tak perlu risau, berikut beberapa cara yang bisa membantumu mengusir kesepian seperti dihimpun dari  Bustle, Kamis (10/1/2019).

1. Ikut kegiatan sukarela

Penelitian dalam Journals of Gerontology: Social Sciences menunjukkan bahwa menjadi relawan setidaknya dua jam seminggu dapat membantu meringankan perasaan kesepian dan isolasi sosial.

"Kunci memerangi kesepian adalah dengan berbicara pada orang lain," kata psikiater Gene Beresin kepada Bustle.

"Mungkin itu bisa dilakukan dengan bergabung bersama organisasi komunitas, membantu orang lain di komunitasmu, atau menjadi sukarelawan. Proses ini tidak hanya membantu menjauhkanmu dari perasaan diasingkan secara fisik, tetapi rasa bersyukur yang kamu dapatkan karena berbagi dan bisa berinteraksi dengan orang lain juga meringankannya," imbuh Beresin.

2. Meditasi

Peneliti dari UCLA menemukan, program meditasi sederhana yang berlangsung hanya delapan minggu bisa mengurangi kesepian yang dirasakan orang-orang tua.

"Kesendirian adalah perasaan dan persepsi subyektifmu," kata Beresin. Cobalah untuk mengenali beberapa poin pemikiranmu tentang perasaan kesepian.

baca juga

"Mereka mungkin berpikir, 'Aku tidak berharga' atau 'Tidak ada harapan bagiku untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka semua punya teman'," kata Beresin.

"Banyak dari pemikiran itu akan terbukti salah atau dibesar-besarkan. Setelah kamu mengurangi pikiran yang menyimpang atau berlebihan, emosimu lebih terkontrol, dan kamu akan lebih mudah untuk mengubah perilakumu," ungkapnya.

ilustrasi meditasi - (Pixabay/Ataner007)
ilustrasi meditasi - (Pixabay/Ataner007)

3. Memelihara hewan

Tak hanya lucu, hewan peliharaan dapat membantu kesejahteraan emosionalmu, termasuk kesepian. "Hubungan antara manusia dan binatang peliharaan bisa melepaskan oksitosin, yang timbul dari rasa keterikatan," kata Beresin.

"Hewan peliharaan memberikan dukungan dan koneksi emosional. Mereka juga membutuhkan kita untuk merawat mereka. Merawat hewan peliharaan adalah pengalaman yang menyenangkan," ujar Beresin.

4. Berlatih bersyukur

Berbagai penelitian telah menemukan bahwa berlatih bersyukur bisa membantu melawan kesepian. Sebuah studi di Eropa Journal of Psychology, menunjukkan rasa syukur dan menghargai sesuatu dalam kehidupan sehari-hari dapat membantumu memerangi perasaan keterasingan, tidak punya hubungan dengan orang lain, dan tidak punya teman.

Selain itu, rasa bersyukur dapat meningkatkan kebahagiaan, kepuasan hidup, dan keinginan untuk bersosialisasi.

5. Berkomunikasi secara langsung

Caramu berkomunikasi dengan orang lain itu penting untuk diperhatikan.  "Mungkin kamu merasa cemas saat akan menelepon seseorang atau berencana untuk ketemuan," kata psikolog klinis Madeline William kepada Bustle.

"Namun, jika kamu merasa bahwa mengirim pesan atau menggunakan metode lain yang kurang langsung untuk berkomunikasi mengurangi kedekatan hubungan, kamu mungkin akhirnya merasa kesepian," imbuhnya. Maka dari itu, pilihlah komunikasi tatap muka, yang merupakan obat utama kesepian.

6. Menikmati seni

"Ketika kita membaca buku yang bagus, menonton film yang menarik, atau sangat menikmati musik atau mengamati karya seni visual, suasana hati kita bisa membaik dan kita merasa lebih baik," ujar Beresin.

"Seni bukan sekadar untuk pengalihan, tetapi juga memiliki sifat penyembuhan, dan sebagai bonus, kamu akan merasa terhubung dengan orang lain yang juga menghargai seni," katanya.

Sumber: Himedik.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi : Rasa Kesepian Melanda Usia Tertentu, Kok Bisa?

Studi : Rasa Kesepian Melanda Usia Tertentu, Kok Bisa?

Lifestyle | Senin, 31 Desember 2018 | 17:00 WIB

Studi: Memelihara Hewan Peliharaan, Baik untuk Kesehatan Mental

Studi: Memelihara Hewan Peliharaan, Baik untuk Kesehatan Mental

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 14:42 WIB

Cara Turunkan Risiko Tertular Penyakit dari Hewan Peliharaan

Cara Turunkan Risiko Tertular Penyakit dari Hewan Peliharaan

Health | Sabtu, 17 November 2018 | 20:39 WIB

Terkini

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

×