Makan Spageti Basi, Orangtua Dapati Anaknya Tak Bernyawa

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 29 Januari 2019 | 11:30 WIB
Makan Spageti Basi, Orangtua Dapati Anaknya Tak Bernyawa
Ilustrasi makan spageti basi yang dipanasi menyebabkan seraong siswa tewas. (Shutterstock)

Suara.com - Makan Spageti Basi, Orangtua Dapati Anaknya Tak Bernyawa.

Menurut laporan awal yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology, seorang siswa di Belgia dengan inisial AJ tiba-tiba meregang nyawa setelah makan spageti saus tomat yang dimasak lima hari sebelumnya.

Sebelum melahapnya AJ memanaskannya lebih dulu menggunakan microwave.

Penulis laporan itu bercerita bahwa setelah makan spageti, AJ meninggalkan rumah untuk berolahraga. Namun 30 menit kemudian ia kembali pulang karena mengeluh sakit kepala, sakit perut dan mual.

"Pada saat sampai di rumah, dia muntah sangat banyak selama beberapa jam dan pada tengah malam ia mengeluhkan diare cair selama dua kali," kata penulis dalam laporan itu.

AJ diketahui tidak mengonsumsi obat apapun dan hanya minum air putih. Lalu ia tertidur dan pada keesokan harinya pukul 11 siang, orangtua AJ mendapati anaknya dalam kondisi tak bernyawa.

Pemeriksaan post-mortem menentukan bahwa AJ telah meninggal pada pukul 4:00 pagi, dan ditemukan bakteri B. cereus dalam sampel pasta yang tersisa yang diyakini menjadi penyebab kematian AJ.

Dalam klip YouTube yang ditonton lebih dari 1,8 juta kali, Dr Bernard, yang mengidentifikasi dirinya sebagai penyedia informasi kesehatan berlisensi di AS, menjelaskan bahwa pasta basi telah menutup liver AJ.

"Biasanya, keracunan makanan hanya menyebabkan peradangan lambung, mual, muntah dan diare. Tidak biasanya menyebabkan gagal liver akut, seperti yang dialami AJ," kata Bernard dilansir Nypost.

Bernard mengatakan penting untuk dicatat bahwa kematian AJ bukan kasus keracunan makanan yang "khas". Ia meminta masyarakat untuk waspada terhadap makanan yang disimpan lama tanpa pendingin, atau apa pun yang berbau aneh.

"Meskipun kami tidak dapat menyimpulkan bahwa bakteri B cereus sebagai penyebab langsung dari kematian AJ, kasus ini menggambarkan tingkat keparahan dari sindrom emetik dan diare dan pentingnya penyimpanan yang memadai untuk makanan. Pasalnya racun sudah terbentuk sebelumnya dalam makanan karena penyimpanan yang buruk," bunyi laporan tersebut.

Jadi memastikan kualitas makanan masih segar atau sudah basi cukup penting sebelum mengosumsi makanan agar tidak mengambil risiko yang didapat siswa ini usai makan spageti basi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

5 Arti Posisi Garpu dan Pisau saat Makan Malam, Cek Agar Tidak Salah Kaprah

5 Arti Posisi Garpu dan Pisau saat Makan Malam, Cek Agar Tidak Salah Kaprah

Lifestyle | Senin, 28 Januari 2019 | 12:05 WIB

Finalis Go Ahead Challenge Realisasikan Makanan Glow In The Dark

Finalis Go Ahead Challenge Realisasikan Makanan Glow In The Dark

Lifestyle | Sabtu, 26 Januari 2019 | 22:19 WIB

Jangan Konsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 3 Alasannya

Jangan Konsumsi Makanan yang Sama Setiap Hari, Ini 3 Alasannya

Health | Sabtu, 26 Januari 2019 | 13:46 WIB

Hujan Bikin Lapar, Coba Resep Masakan Ini Yuk Buat Ganjal Perut

Hujan Bikin Lapar, Coba Resep Masakan Ini Yuk Buat Ganjal Perut

Lifestyle | Rabu, 23 Januari 2019 | 19:00 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB