Intoleransi Laktosa Banyak Dialami Orang Asia, Kenapa?

Vania Rossa, Dwi Citra Permatasari Sunoto

Sabtu, 02 Maret 2019 | 13:10 WIB
Intoleransi Laktosa Banyak Dialami Orang Asia, Kenapa?
Manfaat susu sapi untuk perawatan kecantikan. (Shutterstock)

Suara.com - Dibandingkan dengan penduduk di belahan dunia lain, orang Asia banyak yang mengalami intoleransi laktosa. Orang yang mengalami kondisi ini memiliki kecenderungan mengalami perut kembung dan diare berair setelah menyantap produk susu. Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi?

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Dr. Sean Chung, kemampuan untuk mencerna laktosa (gula yang ditemukan dalam susu mamalia) adalah fitur yang dimiliki hampir setiap anak manusia.

Sebagian besar anak (dari semua ras) menggunakan enzim laktase di usus kecil untuk memecah molekul laktosa yang tak terhitung jumlahnya menjadi glukosa dan galaktosa, membuatnya lebih mudah diserap oleh lapisan usus.

Seperti mamalia lain, persistensi laktase penting pada manusia selama masa kanak-kanak, terutama selama masa menyusui, untuk dapat mencerna susu yang diproduksi oleh ibu.

"Beberapa dari kita akan mengalami penurunan drastis dalam jumlah enzim ini, sering kali terjadi sekitar pada usia 5 tahun," jelas dokter California Selatan seperti dikutip dari Nextshark.

"Pengurangan ini dikenal sebagai non-persistensi laktase. Jika laktosa tidak berkurang untuk penyerapan, ia tetap berada di usus, menarik air dari seluruh tubuh dan dikonversi oleh bakteri usus kita menjadi hal-hal yang tidak menyenangkan, termasuk banyak gas hidrogen."

Faktanya, semua manusia pada awal peradaban menjadi tidak toleran laktosa setelah tahun-tahun menyapih. Manusia berevolusi terhadap sumber laktosa baru selain ASI yang tersedia melalui susu hewan.

Telah dijelaskan dari perspektif evolusi bahwa beberapa negara telah mengembangkan susunan genetik yang lebih baik untuk mentoleransi laktosa daripada yang lain hanya karena mereka mengonsumsi lebih banyak susu.

Dibandingkan dengan negara-negara yang mendapat manfaat lebih dari sinar matahari karena berada di dekat garis khatulistiwa, negara-negara Eropa Utara perlu mengonsumsi lebih banyak susu untuk mendapatkan lebih banyak kalsium karena mereka kekurangan vitamin D dari matahari. Jadi, itu alasan kenapa orang Asia banyak yang intoleransi laktosa.

baca juga

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Darahnya Mengental dan Berubah Mirip Susu, Pria Ini Hampir Kehilangan Nyawa

Darahnya Mengental dan Berubah Mirip Susu, Pria Ini Hampir Kehilangan Nyawa

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 20:00 WIB

Susu Sapi untuk Perawatan Kecantikan, Catat 7 Manfaatnya

Susu Sapi untuk Perawatan Kecantikan, Catat 7 Manfaatnya

Lifestyle | Senin, 25 Februari 2019 | 17:00 WIB

Diduga Alergi Susu, Gadis Kecil Ini Meregang Nyawa usai Makan Es Krim

Diduga Alergi Susu, Gadis Kecil Ini Meregang Nyawa usai Makan Es Krim

Health | Senin, 25 Februari 2019 | 01:05 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×