Rokok Elektrik Bisa Bantu Perokok Berhenti Merokok, Benarkah?

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Selasa, 02 April 2019 | 07:05 WIB
Rokok Elektrik Bisa Bantu Perokok Berhenti Merokok, Benarkah?
Pro-kontra soal manfaat rokok elektrik untuk berhenti merokok masih berlangsung. (Shutterstock).

Berbagai temuan ini semakin memperkuat klaim bahwa rokok elektrik dapat menjadi salah satu cara untuk membantu perokok berhenti dari kebiasaannya.

Di sisi lain, hasil review sistematik terhadap rokok elektrik menunjukkan bahwa: pertama, rokok elektrik berisi ekstrak tembakau, dan beberapa masih mengandung nikotin. Kedua, rokok elektrik banyak diproduksi oleh industri tembakau. Ketiga, rokok elektrik tetap memberikan pajanan kimiawi. Keempat, asap rokok elektrik juga tetap memberikan pajanan kimiawi, yang berdampak bagi tubuh perokok maupun orang-orang di lingkungan sekitar. Kelima, beberapa perokok menggunakan rokok elektrik sebagai jembatan untuk berhenti, akan tetapi rekomendasi para dokter di barat dan hasil kajian rokok elektrik sebaiknya tidak digunakan dalam usaha berhenti merokok.

Mengapa? Efek samping penggunaan rokok elektrik belum jelas, pemeritah belum memiliki kontrol/regulasi yang jelas, serta kajiannya pun belum efektif. Berbagai riset mengenai rokok elektrik memang telah dilakukan di Inggris, namun masih memerlukan kajian review jangka panjang.

Usaha untuk berhenti merokok memang bisa dilakukan melalui berbagai cara. Mulai dari berhenti secara langsung, menjalani terapi, maupun menggunakan terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy/NRT). NRT sebagai salah satu bentuk terapi ini seringkali disalahartikan sebagai upaya permisif untuk mengkonsumsi rokok jenis baru semacam rokok elektrik, rokok elektrik dan lain sebagainya, padahal bukan.

Penggunaan NRT masih dibawah kendali medis dengan dosis yang telah diatur sedemikian rupa. Upaya ini pun tidak berdiri sendiri, karena berdampingan dengan intervensi atau terapi perilaku untuk perokok.

Di sisi lain, Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) yang sering dikenal sebagai rokok elektrik juga diklaim sebagai alternatif cara untuk berhenti merokok secara bertahap. Namun, beberapa ahli telah menyangkalnya, karena dianggap belum memiliki keamanan yang cukup adekuat termasuk potensi kerugian yang dihasilkan, efektifitas ENDS masih diragukan, regulasi lemah dan masih terbentur aspek etis.

Para ahli di Indonesia sejatinya lebih mengarahkan perokok untuk menjalani terapi henti rokok di Klinik Berhenti Merokok, bukan malah beralih mengkonsumsi rokok jenis lain. Saat ini Yogyakarta telah memiliki Klinik Berhenti Merokok. Klinik berhenti merokok ini mengembangkan terapi perilaku dengan modifikasi/penyederhanaan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bagi perokok dengan prinsip 5A yakni: Ask, Advice, Assess, Assist dan Arrange; serta 5R yakni: relevance, risk, reward, roadblock dan repetition).

Sebagai upaya terapi 5A dan 5R, petugas terapi akan menanyakan tentang riwayat merokok dan kebiasaan terkait dengan merokok, memberikan edukasi dan penjelasan terkait dengan akibat merokok, serta melakukan pengkajian keinginan untuk berhenti merokok dan keuntungan berhenti merokok.

Selain itu, petugas juga berupaya membantu perokok untuk mengidentifikasi cara untuk berhenti merokok, sekaligus mengantisipasi gejala pemutusan obat dan merencanakan pertemuan lanjutan untuk memonitor usaha untuk berhenti.

baca juga

Selain itu, prinsip 5R menekankan pada: Pertama, upaya untuk mendiskusikan kaitan antara berhenti merokok dengan keadaan saat ini seperti kesehatan maupun keinginan diri ataupun keluarga. Kedua, menjelaskan risiko jika meneruskan kebiasaan merokok, bahkan risiko jika berhenti. Ketiga, mengidentifikasi dampak positif dari berhenti merokok (sisi kesehatan, sosial, ekonomi). Keempat, mendiskusikan hambatan yang mungkin terjadi selama usaha berhenti merokok, misal: cemas. Dan kelima, mengingatkan kembali bahwa dalam usaha berhenti merokok disarankan untuk diulang beberapa kali. Terapi ini terbukti aman dan bertahan dalam jangka panjang.

Terapi NRT telah didorong Pemerintah sebagai salah satu pendekatan untuk membantu perokok berhenti. Pendekatan ini juga telah digunakan dalam berbagai layanan Klinik Berhenti Merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenis Kanker Paru yang Diidap Perokok Filter dan Kretek Ternyata Berbeda

Jenis Kanker Paru yang Diidap Perokok Filter dan Kretek Ternyata Berbeda

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 19:42 WIB

Tips Traveling dari Perokok : Berhenti Merokok dan Nabung Rp 22 Ribu Sehari

Tips Traveling dari Perokok : Berhenti Merokok dan Nabung Rp 22 Ribu Sehari

Lifestyle | Jum'at, 22 Februari 2019 | 09:10 WIB

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:46 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×