Pencemaran Udara Dituding Jadi Penyebab Kematian Bocah 9 Tahun

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Senin, 06 Mei 2019 | 20:20 WIB
Pencemaran Udara Dituding Jadi Penyebab Kematian Bocah 9 Tahun
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Pencemaran Udara Dituding Jadi Penyebab Kematian Bocah 9 Tahun

Polusi udara memang bisa merusak kesehatan, yang berujung pada penyakit paru-paru dan bisa menyebabkan kematian. Hingga saat ini, belum ada kematian yang tercatat secara langsung disebabkan oleh pencemaran udara.

Namun sebuah penelitian lebih lanjut akan segera dilakukan terkait kematian seorang anak perempuan berusia sembilan tahun bernama Ella Kissi-Debrah.

Ella mungkin menjadi orang pertama di Inggris yang kematiannya dikaitkan dengan kasus pencemaran udara.

Ella mengalami serangan asma fatal yang diduga terkait polusi udara.

Ella Kissi-Debrah, tinggal di South Circular Road, Lewisham, London tenggara. Ella meninggal pada 2013 lalu setelah mengalami kejang selama tiga tahun.

Pengadilan Tinggi di Inggris membuka kasus tersebut setelah ibu Ella mengatakan ada banyak bukti kematian Ella yang terungkap.

Rosamund Kissi-Debrah mengatakan dia lega dengan putusan tersebut karena ingin segera mengungkap adanya dugaan pembunuh tersembunyi yang menyebabkan kematian anaknya.

Dalam sebuah pernyataan, Rosamund mengatakan dia berharap untuk mendapatkan kebenaran.

baca juga

"Enam tahun terakhir tidak tahu mengapa putri saya yang cantik, cerdas, dan ceria meninggal. Kejadian itu telah menyulitkan saya dan keluarga saya, tetapi saya berharap pemeriksaan yang baru akan menjawab apakah polusi udara membuatnya pergi dari kami. Jika terbukti bahwa polusi menewaskan Ella maka pemerintah akan dipaksa untuk duduk dan memperhatikan bahwa pembunuh yang tersembunyi namun mematikan ini telah memotong kehidupan anak-anak kita," ujarnya, dilansir BBC.

Ilustrasi dampak pencemaran udara bagi anak. [Shutterstock]
Ilustrasi dampak pencemaran udara bagi anak. [Shutterstock]

Ella pertama kali dibawa ke rumah sakit pada 2010 setelah mengalami batuk. Ia harus dirawat di rumah sakit sebanyak 27 kali.

Pemeriksaan pada tahun 2014 yang berfokus pada perawatan medis Ella, menyimpulkan kematiannya disebabkan oleh kegagalan pernapasan akut dan asma parah.

Tetapi sebuah laporan tahun 2018 mengatakan kemungkinan adanya tingkat polusi yang melanggar hukum, yang terdeteksi di stasiun pemantauan satu mil dari rumah Ella. Hal tersebut dianggap dapat berkontribusi terhadap serangan asma yang fatal.

"Dalam penilaian kami, penemuan bukti baru membuatnya penting untuk kepentingan keadilan bahwa pemeriksaan baru akan diadakan," kata Hakim Mark Lucraft QC.

Mark melanjutkan, Kematian Ella merupakan bukti yang menunjukkan adanya "kegagalan yang diperdebatkan" oleh negara untuk memenuhi tugasnya di bawah Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, termasuk melindungi hak untuk hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polusi di Jakarta Semakin Buruk, Anies Minta TJ Pakai Energi Listrik

Polusi di Jakarta Semakin Buruk, Anies Minta TJ Pakai Energi Listrik

Bisnis | Selasa, 09 April 2019 | 13:54 WIB

Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara

Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara

Health | Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:39 WIB

Studi: Jakarta Kota dengan Polusi Udara Tertinggi di Asia Tenggara

Studi: Jakarta Kota dengan Polusi Udara Tertinggi di Asia Tenggara

Tekno | Jum'at, 08 Maret 2019 | 18:20 WIB

Terkini

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:38 WIB

×