Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:39 WIB
Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara.

Baru-baru ini, studi terbaru yang dilakukan Greenpeace dan IQAir menyebutkan bahwa Jakarta tergolong kota dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara.

Dalam studi itu ditemukan bahwa konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 (partikulat matter 2.5) masuk kategori sangat buruk. Konsentrasi PM2.5 di Jakarta Selatan 42.2 µg/m3 dan Jakarta Pusat mencapai 37.5 µg/m3.

Tentu saja hasil studi ini mengkhawatirkan, apalagi didukung temuan lainnya yang menyebut bahwa polusi udara lebih mematikan dibandingkan asap rokok.

Mengutip Nypost, studi yang dilakukan tim dari Universitas Medical Center Mainz di Jerman menemukan bahwa polusi udara menyebabkan lebih banyak kematian daripada merokok sebesar dua kali lipat.

Diterbitkan di European Heart Journal, laporan itu menemukan bahwa 8,8 juta orang meninggal karena polusi udara pada 2015, meskipun perkiraan sebelumnya hanya memproyeksikan 4,5 juta kematian.

"Untuk menempatkan ini ke dalam perspektif, ini berarti bahwa polusi udara menyebabkan lebih banyak kematian daripada merokok tembakau. Apalagi merokok dapat dihindari tetapi polusi udara tidak," ujar Profesor Thomas Münzel dari Departemen Kardiologi Universitas Medical Center Mainz di Jerman.

Profesor Thomas mengatakan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular yang dapat dikaitkan dengan polusi udara jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan. Di Eropa saja, jumlah kematian akibat polusi udara mencapai hampir 800.000 kasus per tahun.

"Jelas bahwa polusi udara dapat memicu penyakit kardiovaskular dan penyakit pernapasan," kata Münzel.

baca juga

Dia menambahkan bahwa polusi udara dapat meningkatkan stres oksidatif sehingga merusak pembuluh darah, yang pada gilirannya menyebabkan peningkatan tekanan darah, diabetes, stroke, serangan jantung dan gagal jantung.

Dalam penelitian mereka, Münzel dan rekan-rekannya menemukan polusi udara menyebabkan dua kali lebih banyak kematian akibat penyakit kardiovaskular daripada penyakit pernapasan.

Para peneliti menggunakan model yang mensimulasikan proses kimia atmosfer dan bagaimana mereka berinteraksi dengan sumber-sumber alami dan buatan manusia seperti pembangkit energi, industri, lalu lintas dan pertanian.

Mereka menggunakan data dari model itu dan menghubungkannya dengan tingkat paparan global dan kematian. Mereka juga membandingkan data itu dengan informasi tentang kepadatan populasi, lokasi geografis, usia, faktor risiko beberapa penyakit dan penyebab kematian dari WHO.

Secara global, mereka menemukan polusi udara menyebabkan 120 kematian tambahan setiap tahun per 100.000 orang. Di negara-negara Uni Eropa dan Eropa, presentasenya bahkan lebih tinggi.

Negara-negara Uni Eropa memiliki jumlah kasus 129 kematian tambahan per 100.000 orang dan di Eropa polusi udara menyebabkan 133 kematian tambahan per 100.000 orang.

Münzel dan rekan-rekannya mendesak pemerintah untuk bekerja mengurangi polusi udara berdasarkan temuan penelitian mereka ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reaksi Kocak Warganet saat Jakarta Tercatat dengan Polusi Udara Tertinggi

Reaksi Kocak Warganet saat Jakarta Tercatat dengan Polusi Udara Tertinggi

Tekno | Rabu, 13 Maret 2019 | 07:21 WIB

Studi: Jakarta Kota dengan Polusi Udara Tertinggi di Asia Tenggara

Studi: Jakarta Kota dengan Polusi Udara Tertinggi di Asia Tenggara

Tekno | Jum'at, 08 Maret 2019 | 18:20 WIB

Mimisan karena Terpapar Asap Rokok, Wanita Ini Buat Catatan Memilukan

Mimisan karena Terpapar Asap Rokok, Wanita Ini Buat Catatan Memilukan

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×