Array

Ketika Balita Marah, Begini Cara Menghadapinya

Vania Rossa Suara.Com
Senin, 13 Mei 2019 | 10:58 WIB
Ketika Balita Marah, Begini Cara Menghadapinya
Ilustrasi balita marah. (Shutterstock)

Suara.com - Anak balita sering sekali ngambek, entah karena tak mendapat permen atau okelat yang diinginkannya, atau saling berebut mainan dengan temannya. Kadang, balita marah dan melampiaskan kekesalannya dengan cara yang destruktif, misalnya dengan mendorong temannya, atau membanting mainannya.

Memang, sih, Moms jadi tergoda untuk memarahinya. Terlebih, kalau acara ngambeknya dilakukan di tempat umum atau di tengah banyak orang. Tapi, jangan ikut marah, ya, Moms. Lebih baik, ajari balita Anda untuk mengelola emosinya. Dilansir dari Verywell Family, simak cara menghadapi balita marah di bawah ini ya:

1. Ajak anak bicara perlahan tentang hal yang membuatnya marah
Ketika marahnya sudah tampak sedikit mereda, Moms bisa bertanya pada anak apa yang telah membuatnya marah. Membicarakan penyebab kemarahannya, akan membantu anak untuk melewati kemarahan itu sekaligus menenangkannya.

Si kecil tak mau bilang apa yang telah membuatnya marah? Moms bisa minta ia untuk bercerita pada boneka, binatang peliharaan, atau teman imajinernya. Intinya, arahkan anak untuk mengeluarkan unek-unek dan kekesalannya.

2. Ajak anak bergerak
Tahukah Moms, bergerak akan mengalihkan anak dari rasa marah. Menghentakkan kaki, meninju bantal, atas meremas playdough, dapat menguapkan rasa marah. Begitu juga dengan menari, atau berolahraga.

Jadi, setelah anak selesai dengan marahnya, ajak ia untuk melakukan aktivitas fisik yang disukainya, misalnya menggambar, jalan-jalan dengan anjing, atau apapun yang dapat membuatnya mengalihkan fokus dari rasa marah.

3. Tunjukkan perhatian Moms padanya
Moms, hindari kalimat, "Tidak apa-apa." Karena faktanya, anak memang sedang marah. Alih-alih mengatakan hal itu, Moms bisa membuat anak nyaman dengan memberinya sentuhan fisik, seperti pelukan.

Saat sedang marah, anak perlu diyakinkan kalau orangtuanya peduli padanya. Biarkan anak tahu bahwa Anda mengerti bahwa ia sedang marah dan frustasi.

4. Berikan contoh bagaimana cara menghadapi kemarahan
Anak akan belajar dari orangtuanya bagaimana cara mengelola kemarahan. Jadi, jika Moms ingin anak bisa mengelola emosinya dengan baik, berilah contoh yang baik pula.

Baca Juga: Puasa Harus Tahan Emosi, 3 Teknik Relaksasi untuk Redakan Amarah

Biasakan untuk melakukan sesuatu hal yang positif ketika Moms sedang marah, misalnya menarik napas panjang untuk menenangkan diri. Inilah yang bakal ditiru oleh anak.

5. Puji perilaku baik anak
Setiap kali anak melakukan sesuatu yang positif untuk mengatasi kemarahannya, pujilah ia. Biarkan anak tahu bahwa orangtuanya memerhatikannya dan menghargai setiap usaha baik yang dilakukannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI