Gejala Cacar Monyet, Demam sampai Sakit Kepala dan Bisa Sembuh Sendiri

Vania Rossa, Firsta Nodia

Senin, 13 Mei 2019 | 12:59 WIB
Gejala Cacar Monyet, Demam sampai Sakit Kepala dan Bisa Sembuh Sendiri
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Cacar monyet atau monkeypox menjadi pemberitaan belakangan ini, menyusul ditemukannya kasus di Singapura belum lama ini. Gejalanya sendiri berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Seperti kasus cacar pada umumnya, cacar monyet juga meninggalkan ruam pada kulit yang muncul pertama di bagian wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, gejala yang timbul berupa ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

"Masa inkubasi atau interval dari infeksi sampai timbulnya gejala monkeypox biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5- 21 hari," ujar dr. Anung ketika dihubungi Suara.com, Senin (13/5/2019).

Meski tampak langka dan menghebohkan, Anung menegaskan bahwa kondisi cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

"Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi. Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak," imbuhnya.

Diagnosia Monkeypox sendiri, kata Anung, hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium. Sementara untuk pengobatannya, ia menjelaskan, sebenarnya tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox.

"Pengobatan simptomatik dan supportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul saja," imbuhnya.

Cacar monyet sendiri pernah menjadi kejadian luar biasa di beberapa negara. Pada 1970 lalu, terjadi kejadian luar biasa pada manusia pertama kali di Republik Demokratik Kongo. Kemudian pada 2003 dilaporkan kasus cacar monyet di Amerika Serikat, akibat riwayat kontak manusia dengan binatang peliharaan prairie dog yang terinfeksi oleh tikus Afrika yang masuk ke Amerika.

baca juga

Selanjutnya pada 2017 lalu juga terjadi kejadian luar biasa di Nigeria. Yang terbaru, pada awal Mei 2019 lalu dilaporkan seorang warga negara Nigeria menderita Monkeypox, saat mengikuti lokakarya di Singapura. Saat ini pasien dan 23 orang yang kontak dekat dengannya diisolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Cacar Monyet di Singapura, Kemenkes Keluarkan Edaran Kewaspadaan

Heboh Cacar Monyet di Singapura, Kemenkes Keluarkan Edaran Kewaspadaan

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 12:50 WIB

Heboh di Singapura, Ini Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan Cacar Monyet

Heboh di Singapura, Ini Cara Penularan, Gejala dan Pencegahan Cacar Monyet

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 12:44 WIB

Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Singapura, Ini yang Dilakukan Pemkot Batam

Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Singapura, Ini yang Dilakukan Pemkot Batam

Health | Minggu, 12 Mei 2019 | 20:53 WIB

Terkini

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

AI Makin Banyak Dipakai Perusahaan, A10 Siapkan Satu Pusat Kontrol untuk Atur Model dan Biaya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 08:40 WIB

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

Amerika Keluarkan Peringatan Darurat di Arab Saudi Usai Serangan Rudal Houthi

News | Senin, 21 September 2026 | 08:35 WIB

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Kuliah Makin Mahal, tapi Kenapa Gaji Fresh Graduate Tetap Segitu-gitu Aja?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:30 WIB

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

SMGR Hadapi Banjir Semen, Tata Kelola Jadi Benteng

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:26 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

Donald Trump Ancam Hancurkan Iran Jelang Pertemuan di Sidang PBB: Mereka Harus Jaga Sikap

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

Agar Warga Tinggalkan Mobil Pribadi, Tarif LRT Harus Terintegrasi dan Terjangkau

News | Senin, 21 September 2026 | 08:24 WIB

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Spesifikasi dan Harga Helm KYT Elsico, yang Nyaman Buat Perempuan Berhijab

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 08:20 WIB

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Pengusaha Mau Genjot Ekonomi Daerah, UMKM Dipacu Naik Kelas

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:19 WIB

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Gak Bikin Iritasi! 5 Invisible Acne Patch yang Aman untuk Kulit Sensitif

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Harga Emas Berpotensi Dijual Rp2,82 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 08:10 WIB

×