Cerita Pengalaman Ibu Lepaskan Anak dari Kecanduan Gadget Lewat Tari Zumba

Ade Indra Kusuma | Vessy Dwirika Frizona
Cerita Pengalaman Ibu Lepaskan Anak dari Kecanduan Gadget Lewat Tari Zumba
Anak-anak zumba [shutterstock]

Zumba Kids kini merubah kebiasaan sang anak menjadi hal kesukannya.

Suara.com - Cerita Pengalaman Ibu Lepaskan Anak dari Kecanduan Gadget Lewat Zumba

Ketergantungan anak-anak terhadap smartphone, tablet, atau perangkat elektronik dan perangkat lainnya yang terhubung dengan internet cukup meresahkan. Meskipun teknologi bermanfaat, seperti sebagai sumber informasi dan pendidikan, namun, risiko terhadap kesehatan dan perkembangan pertumbuhan itu nyata adanya. Saat ini para ahli kesehatan lebih mendorong para orang tua untuk melibatkan aktivitas fisik ke dalam kehidupan anak anak mereka.

Menurut Rekomendasi Global tentang Aktivitas Fisik bagi Kesehatan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktifitas fisik berkontribusi dalam pada pengembangan jaringan muskuloskeletal yang sehat (tulang, otot, dan sendi), sistem kardiovaskular yang sehat (jantung dan paru-paru), kesadaran neuromuskuler (koordinasi dan kontrol gerakan), serta memfasilitasi pemeliharaan berat badan yang sehat. 

Untuk mengatasi malah kecanduan gadget pada anak, Debby Debora, ibu yang berusia 36 tahun, adalah salah satu orang tua modern yang sadar akan pentingnya aktivitas fisik terhadap anak. Empat tahun yang lalu, Debby mendaftarkan anak lelakinya yang berusia 11 tahun, Tyo, untuk mengikuti kelas Zumba Kids yang sekarang telah menjadi kesukannya. Hasilnya, anak mendapat dua keuntungan sekaligus.

“Awalnya, Tyo mengikuti kelas zumba hanya untuk bermain dan bersenang-senang, tapi secara tak terduga, ia menjadi sangat tertarik dan zumba beruba menjadi sebuah rutinitas. Ia sangat menikmatinya dan saya percaya itu terjadi karena zumba memberikan banyak manfaat lebih dari yang teknologi dan gadget tawarkan,” ujar Debbie melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Selain menjadi sehat, sambungnya, anak juga mampu berbaur dengan mudah dengan anak lain dan orang dewasa, dan anak juga jadi percaya diri.

Elemen tari kebugaran yang terdapat pada koreografi zumba disebut dapat mengatasi salah satu risiko kesehatan penting dari ketergantungan anak-anak terhadap layar yang berpotensi mengganggu perkembangan pertumbuhan fisik mereka karena kurangnya pergerakan tubuh.

“Zumba memfasilitasi anak anak untuk melompat, menari, menggoyangkan dan mengayunkan pinggul mereka. Sinkronisasi dengan irama musik tidak hanya membantu mereka menjadi bugar secara fisik, tetapi juga menambah koordinasi antara tubuh dan ritme,” kata Alberto ‘Beto’ Perez, Pendiri Zumba..

Risiko mengkhawatirkan lainnya akibat ketergantungan pada layar bagi anak-anak adalah terganggunya perkembangan emosional, kata psikolog yang berbasis di Amerika Serikat, Dr. Aric Sigman, penulis makalah penelitian "Gangguan Ketergantungan Pada Layar: Tantangan Baru bagi Neurologi Anak”.

Zumba Kids menggabungkan elemen dasar perkembangan emosional dan sosial, seperti kepemimpinan, rasa hormat, kerjasama, rasa peraya diri, serta menghargai diri sendiri yang sangat baik untuk tumbuh-kembang anak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS