Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
Ilustrasi ginjal sehat
  • Acara Hari Ginjal Sedunia 2026 di Jakarta fokus membahas transformasi sistem kesehatan dalam menanggulangi Penyakit Ginjal Kronis.
  • Pakar menekankan deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat sebagai kunci preventif untuk menekan progresivitas penyakit ginjal.
  • Diskusi menyoroti pentingnya inovasi teknologi ramah lingkungan dan kebijakan berkelanjutan dalam perawatan ginjal jangka panjang.

Suara.com - Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan salah satu tantangan terbesar bagi sistem kesehatan di Indonesia, dengan prevalensinya yang terus meningkat. Upaya untuk menanggulangi penyakit ini tidak hanya melibatkan aspek medis, tetapi juga membutuhkan transformasi sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026, para pakar kesehatan, pemerintah, sektor swasta, serta komunitas pasien ginjal berkumpul di Hotel Borobudur, Jakarta, untuk membahas pentingnya keberlanjutan dalam perawatan ginjal dan integrasinya dengan upaya melindungi planet kita. 

Tema global "Caring for People, Protecting the Planet" (Merawat Kesehatan Ginjal, Melindungi Bumi) menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Dr. Andi Saguni, MA, Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, membuka acara ini dengan menekankan urgensi transformasi sistem kesehatan Indonesia. 

“Penyakit ginjal adalah tantangan yang sangat besar. Namun, tantangan ini juga memberikan peluang untuk melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem kesehatan kita,” kata dr. Saguni. 

Menurutnya, perubahan kebijakan pengendalian penyakit harus didorong untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta berfokus pada pendekatan preventif.

Salah satu langkah preventif utama yang menjadi fokus diskusi adalah deteksi dini. Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, Ketua Umum PB PERNEFRI, memaparkan bahwa deteksi dini merupakan fondasi penting dalam menekan laju progresivitas penyakit ginjal.

“Deteksi dini adalah kunci utama dalam menekan penyakit ginjal. Tanpa itu, banyak kasus ginjal kronis yang tidak tertangani dengan baik dan berakibat pada kerusakan permanen,” ungkap Dr. Nugroho.

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal (Dok. Istimewa)
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal (Dok. Istimewa)

Ia menekankan bahwa sistem deteksi dini yang kuat dapat mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah, yang akhirnya mengurangi beban sosial dan ekonomi.

Tak kalah pentingnya, Komjen Pol (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H., Ketua Umum NKF Indonesia, menyoroti hubungan erat antara kesehatan ginjal dan kualitas lingkungan. 

Dalam materinya yang berjudul “Meningkatkan Kesadaran Publik: Ginjal Sehat, Lingkungan Sehat”, beliau menjelaskan, “Kesehatan ginjal yang optimal sangat bergantung pada kualitas lingkungan kita. 

Pola hidup yang sehat, yang juga menjaga lingkungan sekitar, merupakan langkah preventif yang tidak bisa diabaikan.” Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan dan hidup sehat menjadi hal yang sangat penting untuk menurunkan angka penyakit ginjal.

Pada kesempatan yang sama, dr. Mohammad Fiqri Qoidhafy, Koordinator Kardiovaskular di Kementerian Kesehatan RI, mengungkapkan pentingnya kebijakan nasional yang mendukung keberlanjutan dalam perawatan penyakit ginjal. 

“Transformasi sistem kesehatan saat ini tidak hanya berfokus pada kualitas klinis, tetapi juga pada operasional yang ramah lingkungan,” jelas dr. Qoidhafy. 

Ia menekankan bahwa kebijakan pengendalian penyakit ginjal harus menyesuaikan diri dengan komitmen global untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Siapa dr. Zoji? Inilah Sosok yang Sempat Merawat Vidi Aldiano Sebelum Meninggal Dunia

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 13:52 WIB

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Awal Mula Vidi Aldiano Didiagnosis Kidney Kanker hingga Harus Operasi Angkat Ginjal

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 07:43 WIB

Selamat Jalan Vidi Aldiano, Keluarga dan Sahabat Iringi Pemakaman di Tanah Kusir

Selamat Jalan Vidi Aldiano, Keluarga dan Sahabat Iringi Pemakaman di Tanah Kusir

Foto | Minggu, 08 Maret 2026 | 16:07 WIB

Terkini

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB