Remaja Ini Alami Sindrom Langka Hingga Tidak Bisa Makan Berbulan-bulan

Silfa Humairah Utami, Dinda Rachmawati

Kamis, 16 Mei 2019 | 16:30 WIB
Remaja Ini Alami Sindrom Langka Hingga Tidak Bisa Makan Berbulan-bulan
Ilustrasi seorang anak alami sindrom langka hingga tidak bisa makan-makan. (Shutterstock)

Suara.com - Remaja Ini Alami Sindrom Langka, Tidak Bisa Makan Berbulan-bulan.

Selama bertahun-tahun, remaja berusia 14 tahun, Grace Jackson-Matthew, mengalami kesulitan makan. Akibat kondisinya, keluarganya menganggap Grace memiliki gangguan makan yang bersifat psikologis.

Namun, sebuah tes baru di Jerman yang dilakukan selama delapan tahun mengungkapkan, bahwa sebenarnya ia memiliki empat penyakit berbeda yang menyebabkan pembuluh darahnya hancur.

Remaja itu tidak bisa makan selama berbulan-bulan karena rasa sakit yang dia rasakan, karena organ-organnya memberikan tekanan besar pada pembuluh darah utamanya.

Sayangnya, kata orangtua Grace, operasi yang bisa menghentikan kondisinya semakin buruk tidak tersedia di Inggris dan mereka harus menghabiskan biaya hingga 50 ribu poundsterling untuk membawanya ke luar negeri.

"Kami melalui tiga rawat inap di rumah sakit. Kami hampir mendiagnosisnya sendiri dan memberi tahu mereka apa yang salah dengannya. Ini keajaiban kami telah mendapat diagnosa. Ini mendesak, jika dia tidak bisa menjalani operasi, dia akhirnya akan mati karena kekurangan gizi," kata ibunya, Joanna yang berusia 45 tahun.

Lebih lanjut kata Joanna, pihak keluarga tidak ingin Grace mencapai tahap di mana ia sangat kurus dan terlalu lemah untuk menjalani operasi. Sejauh ini mereka telah mengumpulkan lebih dari 17 ribu poundsterling dari kampanye Crowdfunding online.

Operasi beberapa arteri akan melibatkan pengaturan ulang drastis arteri dan vena Grace untuk mengurangi tekanan. Jika tidak diobati, Grace tidak akan bisa mencerna makanan dan perlu diberi makan melalui tabung.

Dia juga menghadapi gagal ginjal dan akan kehilangan kemampuan untuk berjalan sama sekali. Sejak usia enam tahun, remaja dari Tunbridge Wells ini telah mengalami rasa sakit yang konstan ketika dia makan.

baca juga

Dia harus meninggalkan sekolah dan sekarang sebagian besar berada di tempat tidur. Dokter di Inggris tidak dapat mendiagnosis penyebabnya, sampai Joanna membaca artikel tentang kondisi kompresi di internet dan membawa putrinya ke Jerman.

Dokter di sana akhirnya mendiagnosisnya dengan MALS, SMAS, sindrom May-Thurner, dan sindrom Nutcracker menggunakan teknik baru yang disebut color doppler ultrasound.

Grace telah kehilangan sekitar 20 kilogram sejak September dan telah bertahan hidup dengan yogurt dan es loli karena dia tidak bisa makan makanan yang layak.

"Kualitas hidupnya nol, dia harus meninggalkan sekolah setahun yang lalu, dia kehilangan kontak dengan teman-temannya. Dia tidak bisa makan dan dia tidak bisa berjalan, itu mengerikan. Grace dalam jam-jam bangunnya sangat menderita," ungkapnya dilansir dari Metro.

Grace sekarang mengambil dosis morfin dan tramadol secara teratur untuk mengatasi rasa sakit karena alami sindrom langka, tidak bisa makan berbulan-bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Pernah Menyerah, Ibu Ini Berjuang Lawan Tiga Jenis Kanker Sekaligus

Tak Pernah Menyerah, Ibu Ini Berjuang Lawan Tiga Jenis Kanker Sekaligus

Health | Selasa, 14 Mei 2019 | 15:59 WIB

Makan Sepuasnya, Hidangan Timur Tengah Jadi Menu Spesial Ramadan di Sini

Makan Sepuasnya, Hidangan Timur Tengah Jadi Menu Spesial Ramadan di Sini

Press Release | Selasa, 14 Mei 2019 | 14:00 WIB

Anak Inul Daratista Muntah Tiap Makan Nasi, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Anak Inul Daratista Muntah Tiap Makan Nasi, Bisa Jadi Ini Sebabnya

Health | Minggu, 28 April 2019 | 15:46 WIB

Terkini

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×