Redakan Dampak Gas Air Mata dengan Pasta Gigi atau Susu, Efektifkah?

M. Reza Sulaiman

Rabu, 22 Mei 2019 | 13:46 WIB
Redakan Dampak Gas Air Mata dengan Pasta Gigi atau Susu, Efektifkah?
Ilustrasi gas air mata. (Shutterstock)

Suara.com - Redakan Dampak Gas Air Mata dengan Pasta Gigi atau Susu, Efektifkah?

Kerusuhan yang terjadi di Jakarta saat ini sudah menimbulkan korban luka hingga korban jiwa. Dikabarkan, ratusan korban luka harus menjalani perawatan di rumah sakit, yang diakibatkan karena gas air mata.

Penggunaan pasta gigi yang dioleskan di bawah mata untuk mengurangi dampak gas air mata sudah dipercaya sejak lama. Namun, efektifkah penggunaan pasta gigi untuk mengurangi dampak gas air mata?

Laman International News Safety Institue menyebut kepercayaan pasta gigi bisa mengurangi dampak gas air mata sudah ada sejak perang dunia II.

Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat ataupun dampak dari penggunaan pasta gigi tersebut.

"Gas air mata maupun pasta gigi terbuat dari berbagai macam zat kimia, dengan proses kimiawi yang beragam pula. Sangat sulit memprediksi efek apa yang terjadi ketika ada reaksi pada dua komponen ini," tulis laman tersebut.

Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Bentrok antara polisi dan massa aksi di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Jika Anda mengalami paparan gas air mata, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan topeng gas, kacamata pelindung, dan masker.

Jika tak memiliki perlengkapan di atas, Anda bisa menutup mata, mulut, dan hidung dengan sapu tangan atau kain. Pergi ke area yang jauh dari paparan gas air mata, usahakan pergi ke daerah yang lebih tinggi karena gas air mata memiliki massa yang lebih berat daripada udara.

Di sisi lain, Neil Gibson, analis kesehatan dari IHS Jane, berbicara kepada The Independent terkait pertolongan pertama terhadap paparan gas air mata. Menurutnya, menuangkan susu di wajah dapat mengurangi dampak gas air mata.

baca juga

"Susu memiliki manfaat untuk menurunkan kadar rasa panas dan perih," tuturnya.

Cara terbaik untuk menghindari dampak gas air mata adalah dengan menjauh dari lokasi kerusuhan. Untuk itu, jaga keselamatan dan keamanan keluarga Anda ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Kerusuhan, 2 Bus Brimob Polda Metro Jaya Dibakar Massa di Slipi

Jakarta Kerusuhan, 2 Bus Brimob Polda Metro Jaya Dibakar Massa di Slipi

News | Rabu, 22 Mei 2019 | 13:31 WIB

Mabes Polri: Tak Ada Pasukan dari China, Kami Juga Tak Serang Masjid!

Mabes Polri: Tak Ada Pasukan dari China, Kami Juga Tak Serang Masjid!

News | Rabu, 22 Mei 2019 | 13:26 WIB

Kerusuhan Pindah dari Tanah Abang ke Slipi, Api Berkobar Dekat Tol

Kerusuhan Pindah dari Tanah Abang ke Slipi, Api Berkobar Dekat Tol

News | Rabu, 22 Mei 2019 | 13:24 WIB

Terkini

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

×