Studi: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Bikin Perempuan Obesitas

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Studi: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Bikin Perempuan Obesitas
Ilustrasi tidur dengan lampu menyala. (shutterstock)

Anda termasuk perempuan senang tidur dengan lampu menyala? Hati-hati risiko obesitas mengintai.

Suara.com - Studi: Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Bikin Perempuan Obesitas

Anda termasuk perempuan senang tidur dengan lampu menyala? Hati-hati risiko obesitas mengintai.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengubah kebiasaan ini. Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine tidur dengan lampu menyala ada kaitannya dengan penambahan berat badan Anda.

Ya, studi ini adalah yang pertama menemukan hubungan antara paparan cahaya di malam hari saat tidur dan kenaikan berat badan pada perempuan.

Dalam studi tersebut, peneliti menunjukkan bahwa mematikan lampu pada waktu tidur dapat mengurangi peluang perempuan menjadi gemuk. Penulis utama Yong-Moon (Mark) Park mengatakan, penelitian ini dapat digunakan untuk mengurangi kejadian obesitas pada perempuan.

Dilansir The Health Site, tim peneliti menggunakan data kuesioner dari 43.722 perempuan. Para partisipan, yang berusia 35-74 tahun, tidak memiliki riwayat kanker atau penyakit kardiovaskular dan bukan pekerja shift, tidur siang hari, atau hamil ketika penelitian dimulai.

Kuesioner penelitian menanyakan apakah para mereka tidur tanpa cahaya, cahaya malam kecil, cahaya di luar ruangan, atau lampu atau televisi yang menyala di dalam kamar.

Para ilmuwan menggunakan berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang dan pinggul, dan pengukuran indeks massa tubuh yang diambil pada awal, serta informasi yang dilaporkan sendiri tentang berat pada awal dan tindak lanjut lima tahun kemudian.

Dengan menggunakan informasi ini, para ilmuwan dapat mempelajari obesitas dan penambahan berat badan pada perempuan yang terpapar cahaya buatan pada malam hari dengan perempuan yang dilaporkan tidur di kamar gelap.

Hasilnya bervariasi dengan tingkat paparan cahaya buatan di malam hari. Misalnya, menggunakan lampu malam kecil tidak dikaitkan dengan kenaikan berat badan, sedangkan perempuan yang tidur dengan lampu buatan atau televisi menyala, 17 persen lebih mungkin untuk mendapatkan kenaikan 5 kilogram, atau lebih selama periode tindak lanjut.

Rekan penulis Chandra Jackson mencatat bahwa bagi banyak orang yang tinggal di lingkungan perkotaan, cahaya di malam hari lebih umum dan harus dipertimbangkan.

Ilustrasi tidur dengan lampu menyala. (Shutterstock)
Ilustrasi tidur dengan lampu menyala. (Shutterstock)

"Lampu jalan, tanda-tanda neon di depan toko, dan sumber cahaya lainnya dapat menekan hormon melatonin tidur dan siklus ritme sirkadian gelap terang selama 24 jam," ungkapnya.

Para penulis mengakui bahwa faktor-faktor pengganggu lainnya dapat menjelaskan hubungan antara cahaya buatan pada malam hari dan kenaikan berat badan.

Menurut dia, manusia secara genetik beradaptasi dengan lingkungan alami yang terdiri dari sinar matahari di siang hari dan kegelapan di malam hari.

"Paparan cahaya buatan di malam hari dapat mengubah hormon dan proses biologis lainnya dengan cara meningkatkan risiko kondisi kesehatan seperti obesitas," tutupnya.

Nah, mulai sekarang sebaiknya jangan tidur dengan lampu menyala ya jika tak ingin berat badan naik.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS