80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bella, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB
80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg
ilustrasi beras (freepik/jcomp)
baca 10 detik
  • Badan Pangan Nasional menemukan 80 persen sampel beras fortifikasi tidak sesuai kandungan gizi pada label kemasan.
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan memberikan tindakan tegas kepada produsen beras yang melanggar ketentuan.
  • Temuan beras bermasalah yang dijual dengan harga sangat mahal tersebut merugikan konsumen serta mencederai subsidi pemerintah.

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan ketidaksesuaian kandungan gizi pada sebagian besar sampel beras fortifikasi dan beras dengan klaim gizi yang beredar di pasar. Temuan ini berpotensi merugikan konsumen karena harga produk dipatok jauh lebih tinggi dibandingkan beras biasa.

Dari 15 sampel beras jenis khusus yang diperiksa Bapanas, sebanyak 80 persen memiliki kandungan gizi yang tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Pengawasan tersebut dilakukan terhadap produk dari 9 produsen dengan 15 merek dagang.

Bapanas juga menemukan harga beras fortifikasi yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Salah satu merek yang kemudian dilaporkan menghentikan produksinya bahkan dibanderol hingga Rp42.000 per kilogram.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tidak akan menghentikan proses penindakan meski sejumlah produsen telah menghentikan produksi maupun menarik stok produknya dari pasaran.

"Tunggu saja. Ini panjang, masih berproses. Tapi yang melanggar harus diberi tindakan tegas. Sekarang kami minta Satgas Pangan bekerja maksimal. Barang buktinya kan sudah kita pegang," ujar Amran kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (tengah) usai rapat koordinasi Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (tengah) usai rapat koordinasi Koperasi Desa Merah Putih di Jakarta, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Fakhri]

Dari hasil pengawasan tersebut, terdapat 15 merek beras khusus yang berasal dari 9 produsen. Produk yang diperiksa terdiri dari tiga sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras dengan klaim gizi.

Hasil pengujian laboratorium menunjukkan 80 persen sampel memiliki nilai gizi yang tidak sesuai dengan klaim yang tercantum pada label kemasan.

Salah satu produsen yang produknya menjadi objek pengawasan bahkan disebut telah menghentikan produksinya. Produk tersebut dijual dengan harga Rp42.000 per kilogram dan diklaim telah diperkaya dengan zat gizi mikro.

Namun, hasil pengujian menunjukkan kandungan gizi produk tidak sesuai dengan klaim yang dicantumkan.

baca juga

"Secara standar teknis, itu sudah menyimpang. Sementara ini 15 merek, (mereka) fortifikasi mengakunya, tapi tidak memenuhi syarat. Jadi kita tertibkan. Saya sudah minta mengecek sedetail mungkin. Saya minta kalau melanggar bisa dicabut izinnya. Dari Bapanas diperintah ke bawah, di provinsi yang mengeluarkan, di daerah," jelas Amran.

Selain penghentian produksi, sejumlah produsen lainnya juga disebut telah menarik stok beras fortifikasi dari peredaran. Bapanas tetap memproses temuan tersebut untuk menentukan bentuk pelanggaran dan sanksi yang diberikan.

Beras fortifikasi sendiri merupakan produk yang masuk dalam kategori pangan segar asal tumbuhan (PSAT). Produsen wajib memiliki izin edar yang pengawasannya dilakukan Bapanas bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

Untuk beras fortifikasi produksi dalam negeri, izin edar diterbitkan gubernur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) provinsi setelah melalui proses verifikasi dinas yang menangani urusan pangan di tingkat provinsi selaku OKKPD.

Amran menilai persoalan tersebut menjadi serius karena sektor perberasan nasional selama ini mendapat dukungan dari berbagai bentuk subsidi pemerintah.

"Ini kan semua beras Indonesia ini adalah subsidi kan, subsidi pupuk, irigasi, listrik, BBM, benih, traktor, irigasi. Berarti ini kan ada subsidi pemerintah. Nah ini diperdagangkan oleh pengusaha besar, menipu rakyat pula. Kita tidak boleh berhenti memerangi mafia karena mereka membuat masyarakat kita terdampak dan merugikan," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

Dipanggil KPK soal Kasus Bansos Beras, Rudy Tanoe Minta Pemeriksaan Diundur

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Bansos Beras PKH, KPK Minta Rudi Tanoe Kooperatif

Mangkir dari Pemeriksaan Kasus Bansos Beras PKH, KPK Minta Rudi Tanoe Kooperatif

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:49 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Harga Beras Melonjak Mahal karena El Nino, Warga Miskin India Mulai Was-was Kelaparan

Harga Beras Melonjak Mahal karena El Nino, Warga Miskin India Mulai Was-was Kelaparan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:40 WIB

Rokok Tak Tergoyahkan Meski Beras Mahal, Bansos Bisa Jadi Sia-sia

Rokok Tak Tergoyahkan Meski Beras Mahal, Bansos Bisa Jadi Sia-sia

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Harga Beras Terus Naik, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp59.700 per Kg, Daya Beli Tertekan?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Bulog Pastikan MBG Gunakan Beras Premium, Bukan Beras Subsidi

Bulog Pastikan MBG Gunakan Beras Premium, Bukan Beras Subsidi

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Terkini

Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan

Ribuan Warga Makassar Salat Minta Hujan

Sulsel | Sabtu, 05 September 2026 | 13:53 WIB

Bingung Cari Aktivitas Keluarga Akhir Pekan? Bisa Lari Santai hingga Bertemu Snoopy!

Bingung Cari Aktivitas Keluarga Akhir Pekan? Bisa Lari Santai hingga Bertemu Snoopy!

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 13:49 WIB

DPR Dorong RUU Perampasan Aset Juga Bidik Kejahatan Perbankan, Harris Turino: Itu Juga Sadis

DPR Dorong RUU Perampasan Aset Juga Bidik Kejahatan Perbankan, Harris Turino: Itu Juga Sadis

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:44 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 13:43 WIB

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:38 WIB

1.961 Anak Diduga Keracunan MBG dalam 3 Hari, KPAI: Bukan Hanya Sakit Fisik, Tapi Juga Alami Trauma

1.961 Anak Diduga Keracunan MBG dalam 3 Hari, KPAI: Bukan Hanya Sakit Fisik, Tapi Juga Alami Trauma

News | Sabtu, 05 September 2026 | 13:30 WIB

Petualangan Sherina 2: Lebih Dewasa, Lebih Menegangkan, Tetap Penuh Nostalgia

Petualangan Sherina 2: Lebih Dewasa, Lebih Menegangkan, Tetap Penuh Nostalgia

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 13:30 WIB

Tersorot Videotron Acara BTS, Reaksi Spontan Pemuda Ini Buka Jalannya Jadi Kreator Konten

Tersorot Videotron Acara BTS, Reaksi Spontan Pemuda Ini Buka Jalannya Jadi Kreator Konten

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 13:21 WIB

4 Serum Under Rp30 Ribu di Indomaret yang Sudah BPOM, Ada yang Bantu Cerahkan Kulit

4 Serum Under Rp30 Ribu di Indomaret yang Sudah BPOM, Ada yang Bantu Cerahkan Kulit

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 13:19 WIB

GEMPAR Hadir di 5 Pasar, Tumbuhkan Ekonomi Sleman yang Lebih Tangguh

GEMPAR Hadir di 5 Pasar, Tumbuhkan Ekonomi Sleman yang Lebih Tangguh

Video | Sabtu, 05 September 2026 | 13:16 WIB

×