Gunakan Rokok Elektrik? Inilah Lima Mitos Bahayanya

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 22 Juni 2019 | 09:41 WIB
Gunakan Rokok Elektrik? Inilah Lima Mitos Bahayanya
Rokok elektrik. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Rokok elektrik selama ini dianggap sebagai cara baru untuk berhenti merokok. Bahkan, penelitian terkini yang dilakukan oleh University College London, menemukan bahwa rokok elektrik tiga kali lebih efektif dalam membantu perokok berhenti, dibandingkan dengan nikotin tempel dan permen karet nikotin.

Namun di sisi lain, banyak pula yang menganggap bahwa rokok elektrik bukan solusi yang tepat untuk berhenti merokok. Apalagi peranti itu sendiri mengandung nikotin. Alasan-alasan tadi secara perlahan namun pasti menghalangi para perokok dewasa untuk memilih alternatif yang layak sebagai upaya mereka untuk berhenti merokok.

Well, seiring perkembangan teknologi dan berbagai penelitian yang dilakukan, berikut ini adalah lima mitos teratas terkait rokok elektrik yang harus diketahui, beserta alasannya.

Mitos #1 : Rokok elektrik menyebabkan penyakit serius

Salah satu kekhawatiran terbesar dari penggunaan rokok elektrik adalah karena rokok elektrik dapat menyebabkan "popcorn lung". Hal ini dipicu oleh rasa mentega yang mengandung bahan kimia, diacetyl yang terdapat pada liquid perasa rokok elektrik, di mana dalam jumlah yang sangat tinggi bisa menyebabkan penyakit paru-paru yang serius yaitu bronchiolitis obliterans.

Istilah "popcorn lung" ini menjadi populer dari sebuah penelitian yang pertama kali dilakukan di kalangan pekerja pabrik popcorn. Cancer Research UK mengkritik penelitian ini, dan menyatakan bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk menunjukkan hubungan bahwa rokok elektrik bisa menyebabkan "popcorn lung". Kasus serupa juga tidak pernah dilaporkan sebelumnya sehingga anggapan ini hanyalah mitos.

Mitos #2: Rokok elektrik berbahaya karena mengandung nikotin

Salah satu anggapan dan banyak dipercaya orang mengenai nikotin adalah menganggap bahwa nikotin adalah penyebab utama kanker akibat merokok. Namun menurut keterangan resmi yang diterima Suara.com, menunjukkan bahwa nikotin membawa risiko terkecil yang membahayakan kesehatan, namun memang bisa menyebabkan adiksi.

Kini diterapkan aturan dilarang merokok selagi berkendara. Gambar sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Merokok selagi berkendara [Shutterstock].

Sementara itu, ribuan kandungan bahan kimia dan zat berbahaya lainnya dalam asap rokok yang diakibatkan oleh pembakaranlah justru sangat berbahaya dan bisa menyebabkan timbulnya penyakit kronik. Dua elemen yang paling berbahaya dalam asap tembakau adalah tar atau karbon monoksida, namun uap rokok elektrik tidak mengandung keduanya.

Mitos #3: Rokok Elektrik membuat remaja ingin merokok

Tidak ada studi terbaru yang mampu mendukung mitos bahwa rokok elektrik adalah gerbang awal remaja untuk merokok. Penelitian terbaru justru datang dari Selandia Baru yang menunjukkan bahwa rokok elektrik mampu menekan jumlah perokok dewasa muda.

Sejak 2017, Selandia Baru telah melegalkan penjualan dan pasokan rokok elektrik sebagai produk konsumen setelah mengamati bahwa terjadi penurunan tingkat merokok, terutama di kalangan dewasa muda. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Selandia Baru baru-baru ini menerbitkan hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa angka merokok di Selandia Baru terus menurun, dengan sisa 16 persen orang dewasa muda merokok pada 2017 sampai 2018.

Mitos #4: Rokok elektrik tidak bisa membuat orang berhenti merokok

Sebuah studi baru-baru ini dari University College London pada Mei 2019 menemukan bahwa sebanyak 95 persen dari 20 ribu responden berhasil berhenti merokok dengan bantuan rokok elektrik.

Dibandingkan dengan NRT (Nicotine Replacement Therapy), banyaknya studi tentang efektivitas rokok elektrik kini mulai memicu banyak perdebatan ilmiah. Salah satu penelitian yang terbaru diterbitkan oleh
New England Journal of Medicine pada Januari 2019. Studi ini menyimpulkan bahwa rokok elektrik hampir dua kali lebih efektif daripada NRT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vape Meledak Saat Digunakan, Rahang Patah Hingga Beberapa Gigi Terlepas

Vape Meledak Saat Digunakan, Rahang Patah Hingga Beberapa Gigi Terlepas

Health | Jum'at, 21 Juni 2019 | 09:13 WIB

Isap Rokok dalam Pesawat, Pria ini Didenda Tak Boleh Terbang Seumur Hidup

Isap Rokok dalam Pesawat, Pria ini Didenda Tak Boleh Terbang Seumur Hidup

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2019 | 16:02 WIB

Peneliti Ungkap Pengguna Vape Justru Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Peneliti Ungkap Pengguna Vape Justru Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 14:50 WIB

Terkini

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB