Disayangkan, Tinjauan Ulang Penalti Lima Detik untuk Vettel Ditolak

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 22 Juni 2019 | 05:27 WIB
Disayangkan, Tinjauan Ulang Penalti Lima Detik untuk Vettel Ditolak
Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton (kiri), tampak tengah berbincang dengan driver andalan Ferrari, Sebastian Vettel, usai balapan F1 GP China di Sirkuit Shanghai, Minggu (14/4/2019) [AFP/Greg Baker].

Suara.com - Bagi tim Scuderia Ferrari, keberangkatan mereka ke Sirkuit Paul Ricard untuk mengikuti sirkus Formula One (F1) GP Prancis 2019 agaknya kurang memberikan rasa plong.

Suasana selepas start F1 GP Prancis 2018, Minggu (24/6). [AFP/Boris Horvat]
Suasana selepas start F1 GP Prancis 2018 [AFP/Boris Horvat]

Pertama, karena sang pimpinan, Mattia Binotto belum bisa menggaransi bahwa racikan terbaru dari jet darat mereka, Ferrari SF90 bakal langsung berhasil melejit ke posisi terdepan. Kedua, berdasarkan pengalaman tahun silam, saat balapan untuk seri Prancis kembali diadakan setelah terakhir dipentaskan pada 1990, skuat berbendera Italia ini belum pernah menangguk sukses.

Akan tetapi, paling disedihkan adalah putusan Federation Internationale l'Automobile atau FIA, badan tertinggi motorsport yang menaungi balapan single seater termasuk F1, telah menolak pengajuan tim Ferrari. Yaitu peninjauan kembali atas penalti lima detik kepada driver pertama tim ini, Sebastian Vettel dalam seri F1 GP Kanada 2019.

Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi FIA, pada Jumat (21/6/2019) menyatakan menolak permintaan tim Ferrari agar gelar juara GP Kanada 2019 diberikan kepada Sebastian Vettel. Sehingga seperti putusan semula, Sebastian Vettel tetap berada di posisi kedua, sedangkan posisi juara diraih Lewis Hamilton (Mercedes).

Kronologisnya, dalam F1 GP Kanada 2019, saat ditekan oleh rival terdekatnya, Lewis Hamilton, di lap ke-48 Sebastian Vettel melibas keras chicane dan jet daratnya menyentuh rumput di pinggir trek. Ia berusaha mengembalikan besutan kembali ke trek dengan posisi berada di depan Lewis Hamilton.

Akibatnya, si lajang asal Britania Raya itu terpaksa melakukan menginjak rem habis-habisan agar tidak mencium pagar pembatas setelah aksi yang dilakukan Sebastian Vettel.

Balapan terus berlanjut, sembari steward melakukan investigasi yang berbuah penalti lima detik tadi.

"Steward memanggil tim (Document 47) dan menggelar sidang pada pukul 14.15 Jumat, 21 Juni, 2019. Steward mendengarkan perwakilan tim, Laurent Mekies, yang membuat presentasi untuk Steward," demikian pernyataan tertulis FIA di laman resmi.

Sebelum tim Ferrari mengikuti sesi free practice atau latihan bebas di Sirkuit Paul Ricard untuk F1 GP Prancis 2019, mereka telah menemui steward dan mengajukan bukti-bukti baru untuk ditinjau kembali.

baca juga

Ferrari yang diwakili direktur sport Laurent Mekies mengajukan sejumlah bukti, seperti analisis data telemetri dari jet darat Sebastian Vettel, analisa video dari camera mounted tunggangannya serta di helm, video usai balapan, serta analisa GPS dari jalur lintasan kedua pebalap yang terlibat, yaitu Sebastian Vettel serta Lewis Hamilton di F1 GP Kanada 2019.

Namun setelah bukti-bukti yang dibawa tim Ferrari diperiksa, steward menentukan, "Keputusan: tidak ada elemen-elemen relevan yang baru dan penting untuk pihak-pihak (yang terlibat) pada saat kompetisi itu berlangsung."

Artinya, driver tim Ferrari dinyatakan tak berubah posisinya sejak keputusan diambil steward untuk hasil F1 GP Kanada 2019.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferrari Gunakan Sayap Depan Baru di F1 GP Prancis 2019

Ferrari Gunakan Sayap Depan Baru di F1 GP Prancis 2019

Sport | Jum'at, 21 Juni 2019 | 13:03 WIB

Statistik dan Jadwal Balapan F1 GP Prancis

Statistik dan Jadwal Balapan F1 GP Prancis

Sport | Kamis, 20 Juni 2019 | 20:10 WIB

Kali Perdana, Sebastian Vettel Ungkap Kangen pada Michael Schumacher

Kali Perdana, Sebastian Vettel Ungkap Kangen pada Michael Schumacher

Sport | Senin, 04 Maret 2019 | 09:50 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×