Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia ? Ini 6 Bahaya Bagi Kesehatan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 27 Juni 2019 | 06:20 WIB
Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia ? Ini 6 Bahaya Bagi Kesehatan
Polusi udara di Jakarta terburuk di dunia, ini bahayanya bagi tubuh dan kesehatan. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Ini 6 Bahaya Bagi Kesehatan

Polusi udara di Jakarta kembali jadi perbincangan di media sosial, setelah laman AirVisual merilis kualitas udara Jakarta yang disebut terburuk di dunia pada Rabu (26/6/2019).

Laman AirVisual menyebutkan bahwa Air Quality Index-nya (AQI) memiliki nilai 208 yang artinya udara di Jakarta sangat tidak sehat. Angka ini jauh lebih tinggi dari beberapa kota besar di dunia lainnya seperti Dhaka, Beijing, hingga Bogota.

Padahal, bahaya polusi udara bagi tubuh manusia tidak boleh dianggap remeh. Untuk itu, kenali 6 dampak bahaya polusi udara berikut ini ya!

1. Iritasi

Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) kepada Suara.com mengatakan dampak jangka pendek polusi bisa menimbulkan iritasi, hal ini terutama pada polutan jenis gas yang terpapar di kulit, rambut, hingga mata manusia.

2. PPOK dan ISPA

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan infeksi saluran napas akut (ISPA) merupakan dampak jangka panjang paparan polusi udara bagi saluran pernapasan.

Untuk dampak jangka panjang, efeknya bisa baru akan terasa hingga 5-10 tahun ke depan. Hal ini dikarenakan penurunan fungsi paru yang terjadi secara perlahan, dan meningkatkan risiko terjadinya asma, penyakit paru obstruktif kronik, hingga kanker paru.

baca juga
Polusi udara jakarta terburuk di dunia, ini dampaknya bagi kesehatan tubuh. (Shutterstock)
Polusi udara jakarta terburuk di dunia, ini dampaknya bagi kesehatan tubuh. (Shutterstock)

3. Diabetes

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Diabetes Care, paparan PM2,5 dalam jumlah tinggi disebut meningkatkan risiko terserang diabetes.

Studi yang dilakukan oleh Center for Occupational and Environmental Health di the University of California, Los Angeles, menyebut PM2,5 yang masuk ke aliran darah menyebabkan terjadinya resistensi insulin, salah satu faktor utama diabetes.

4. Stroke

Paparan PM2,5 juga berbahaya untuk otak. Seperti dijelaskan sebelumnya, ukuran PM2,5 yang sangat kecil memungkinkannya untuk masuk ke dalam jaringan pembuluh darah di otak.

Studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet Neurology menyebut, 30 persen pasien stroke yang mengalami disabilitas dikaitkan dengan polusi udara. Risiko lebih besar terjadi jika Anda tinggal di negara berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Terburuk di Dunia, Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Masih Tak Sehat

Sempat Terburuk di Dunia, Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Masih Tak Sehat

News | Rabu, 26 Juni 2019 | 17:43 WIB

Liputan Khas: Ilmuwan Beberkan Bahaya Tersembunyi Polusi Udara

Liputan Khas: Ilmuwan Beberkan Bahaya Tersembunyi Polusi Udara

Health | Senin, 17 Juni 2019 | 08:10 WIB

Tercekik Polusi Udara, Pembunuh Tak Kasat Mata di Ibu Kota

Tercekik Polusi Udara, Pembunuh Tak Kasat Mata di Ibu Kota

Health | Senin, 17 Juni 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×