Ria Irawan Jalani Whole Brain Radiotherapy, Adakah Efek Sampingnya?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 08 September 2019 | 13:35 WIB
Ria Irawan Jalani Whole Brain Radiotherapy, Adakah Efek Sampingnya?
Ria Irawan tengah dirawat di rumah sakit karena kanker. Ria terlihat dijenguk sahabat, Nia Dinata. [Instagram Dewi Irawan]

Suara.com - Beberapa hari lalu Ria Irawan menjalani pengobatan whole brain radiotherapy. Seperti yang diketahui, kanker kelenjar getah bening Ria Irawan kembali kambuh setelah dinyatakan membaik pada awal 2019.

Dewi Irawan, kakak Ria Irawan menjelaskan pengobatan radioterapi ini untuk mengecilkan sel-sel kanker yang ada di otak.

"Pagi ini telah dilakukan dokter untuk Ria saat ini namanya :WBRT "Whole Brain Radioterapi" CT simolator sekalian buat topeng/masker untuk sinar luar ( radiasi luar ), terus mapping titik kordinat, mereka akan melakukan sinar luar hanya untuk mengecilkan sel kankernya di otak," jelas Dewi Irawan.

Melansir dari Hellosehat, radioterapi adalah pengobatan yang biasa diterapkan pada pasien kanker untuk menangani pertumbuhan sel kankernya. Terapi ini menggunakan radiasi tingkat tinggi yang bertujuan membunuh sel kanker serta mengecilkan ukuran tumor.

Selain untuk mengobati kanker, radioterapi juga digunakan mengatasi penyakit non-kanker seperti tumor, penyakit tiroid dan kelainan darah lainnya.

Ria Irawan sedang menjalani pengobatan kanker (Instagram/@dewiirawan13)
Ria Irawan sedang menjalani pengobatan kanker (Instagram/@dewiirawan13)

Umumnya, pengobatan kanker ini tidak menyebabkan efek samping yang besar. Hal itu karena tujuannya untuk menghancurkan sel kanker tanpa merusak terlalu banyak sel sehat dalam tubuh.

Meski begitu, terapi radiasi tetap memberikan efek samping setelah pengobatannya. Melansir dari webmd, efek samping awal biasanya seperti mual dan kelelahan.

Pasien juga bisa mengalami masalah kulit hingga kerontokan rambut akibat terapi radiasi.

Ilustrasi radioterapi. (Shutterstock)
Ilustrasi radioterapi. (Shutterstock)

Sementara itu, efek samping jangka panjang bisa berupa masalah paru-paru atau jantung. Namun, efek samping radioterapi ini biasanya muncul setelah bertahun-tahun pengobatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Kanker, Ria Irawan Idap Tumor di Kepalanya

Selain Kanker, Ria Irawan Idap Tumor di Kepalanya

Entertainment | Minggu, 08 September 2019 | 12:45 WIB

No Drama, Pesan yang Selalu Disebar Ria Irawan ke Pejuang Kanker

No Drama, Pesan yang Selalu Disebar Ria Irawan ke Pejuang Kanker

Entertainment | Sabtu, 07 September 2019 | 17:23 WIB

Ria Irawan Kembali Dirawat Akibat Kanker, Aldi Taher Teringat Ini

Ria Irawan Kembali Dirawat Akibat Kanker, Aldi Taher Teringat Ini

Entertainment | Sabtu, 07 September 2019 | 17:09 WIB

Indra Bekti Ingin Galang Dana untuk Ria Irawan

Indra Bekti Ingin Galang Dana untuk Ria Irawan

Entertainment | Kamis, 05 September 2019 | 15:22 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×