Bukan Pasta Gigi, Ini Langkah Pertolongan Pertama Saat Kena Gas Air Mata

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 24 September 2019 | 18:15 WIB
Bukan Pasta Gigi, Ini Langkah Pertolongan Pertama Saat Kena Gas Air Mata
Demo mahasiswa di Gedung DPR. (Suara.com/Fakhri)

Suara.com - Bukan Pasta Gigi, Ini Langkah Pertolongan Pertama Saat Kena Gas Air Mata

Aksi demo mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung DPR, dikabarkan ricuh. Polisi memukul mundur mahasiswa menggunakan water cannon dan gas air mata.

Pantauan Suara.com, banyak mahasiswa yang pingsan akibat tembakan gas air mata yang dilakukan petugas. Adanya korban yang tak sadarkan diri akibat terkena gas air mata, rekan mahasiswa yang lain pun langsung membopong para korban yang tergeletak di jalanan.

Selama terjadinya bentrokan itu, sejumlah mobil ambulans membawa para korban yang mengalami luka-luka untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Paparan gas air mata memang tidak sering menyebabkan kefatalan hingga meninggal dunia. Namun, pengetahuan pertolongan pertama soal gas air mata patut diketahui semua orang.

Laman International News Safety Institute menulis jika Anda mengalami paparan gas air mata, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan topeng gas, kacamata pelindung, dan masker.

Jika tak memiliki perlengkapan di atas, Anda bisa menutup mata, mulut, dan hidung dengan sapu tangan atau kain. Pergi ke area yang jauh dari paparan gas air mata, usahakan pergi ke daerah yang lebih tinggi karena gas air mata memiliki massa yang lebih berat daripada udara.

Warga menutupi mata dan hidungnya saat melintas di sekitar gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5). [Suara.com/Arief Hermawan P
Warga menutupi mata dan hidungnya saat melintas di sekitar gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5). [Suara.com/Arief Hermawan P

Di sisi lain, Neil Gibson, analis kesehatan dari IHS Jane, berbicara kepada The Independent terkait pertolongan pertama terhadap paparan gas air mata. Menurutnya, menuangkan susu di wajah dapat mengurangi dampak gas air mata.

"Susu memiliki manfaat untuk menurunkan kadar rasa panas dan perih," tuturnya.

Bagaimana dengan penggunaan pasta gigi? Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat ataupun dampak dari penggunaan pasta gigi tersebut.

"Gas air mata maupun pasta gigi terbuat dari berbagai macam zat kimia, dengan proses kimiawi yang beragam pula. Sangat sulit memprediksi efek apa yang terjadi ketika ada reaksi pada dua komponen ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merangsek Lewat Belakang Gedung DPR, Mahasiswa Dobrak Pagar

Merangsek Lewat Belakang Gedung DPR, Mahasiswa Dobrak Pagar

News | Selasa, 24 September 2019 | 17:40 WIB

Mahasiswa vs Polisi Bentrok, Ketua DPR Bamsoet Dilarikan ke Pos Pamdal

Mahasiswa vs Polisi Bentrok, Ketua DPR Bamsoet Dilarikan ke Pos Pamdal

News | Selasa, 24 September 2019 | 17:38 WIB

Ditembakkan Gas Air Mata, Mahasiswa Bertahan Pakai Separator Busway - Seng

Ditembakkan Gas Air Mata, Mahasiswa Bertahan Pakai Separator Busway - Seng

News | Selasa, 24 September 2019 | 17:37 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB