BKGN 10 Tahun, Pepsodent Beri Apresiasi 3 Mahasiswa FKG UGM

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 03 Oktober 2019 | 07:20 WIB
BKGN 10 Tahun, Pepsodent Beri Apresiasi 3 Mahasiswa FKG UGM
Penyerahan plakat kepada tim Dokegi (dok. PT Unilever Indonesia Tbk.)

Suara.com - Dalam rangka merayakan kesuksesan 10 tahun Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN), Pepsodent memulai gerakan "Indonesia Tersenyum" guna membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang.

PT Unilever Indonesia Tbk melalui Pepsodent pun berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)dam Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) kembali menggelar BKGN 2019 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada.

Para dokter gigi berpengalaman RSGM dan mahasiswa FKG UGM memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, edukasi menyikat gigi di waktu yang tepat serta anjuran berkunjung ke dokter gigi 6 bulan sekali pada Rabu (2/10/2019) hingga Jumat (4/10/2019) besok.

Melalui gerakan "Indonesia Tersenyum" ini pula, Pepsodent merangkul kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia. Karena, Pepsodent percaya bahwa semua orang bisa menjadi "Pahlawan Senyum" dengan caranya masing-masing.

Selain itu, Pepsodent juga memberikan penghargaan untuk mendorong semangat "Pahlawan Senyum" yang berkolaborasi mendukung gerakan "Indonesia Tersenyum".

Khususnya di DI Yogyakarta, Pepsodent memberikan apresiasi kepada tim Dongeng Kesehatan Gigi (Dokegi) yang beranggotakan Aulia Ayub, S. KG., Himma Aflakhassifa, S. KG., dan Kukuh Eko Prabowo.

Konferensi pers BKGN 2019 di Yogyakarta (dok. PT Unilever Tbk.)
Konferensi pers BKGN 2019 di Yogyakarta (dok. PT Unilever Tbk.)

Ketiga mahasiswa dari FKG UGM angkatan 2015 ini telah mengembangkan konsep edukasi kesehatan gigi dan mulut melalui dongeng. Tujuannya, dongeng mereka bisa menanamkan kebiasaan baik sejak dini dengan cara yang menyenangkan.

"Kami membuat program ini dilatarbelakangi tingginya permasalahan gigi dan mulut di Indonesia. Padahal Indonesia ingin bebas karies pada tahun 2030. Karena itu, kami membuat media edukasi untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak," jelas Aulia Ayub dalam jumpas pers pada Rabu (2/10/2019) di FKG UGM.

Menariknya, mereka menyampaikan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut dengan cerita yang diaplikasikan melalui buku dongeng berkonsep pop-up sebagai media pendukung.

Menurut mereka, edukasi yang disampaikan dalam bentuk buku dongen akan lebih mudah diingat dan tertanam pada anak-anak. Apalagi buku dongeng yang mereka buat berkonsep pop-up.

"Menurut kami, dongeng adalah media edukasi yang sangat efektif. Karena, anak-anak sebelum tidur biasanya dibacakan cerita. Nah, dalam dongeng ini mengandung informasi dan edukasi tentang gigi," jelasnya.

Ketika informasi tentang kesehatan gigi dan mulut sudah tertanam, anak-anak lebih mungkin menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, angka permasalahan gigi berlubang di Indonesia akan semakin berkurang pada 2030 mendatang.

Mahasiswa menunjukkan hasil buku dongeng pop-up (dok. PT Unilever Indonesia Tbk.)
Mahasiswa menunjukkan hasil buku dongeng pop-up (dok. PT Unilever Indonesia Tbk.)

"Jadi kebiasaan baik anak-anak menjaga kesehatan gigi, berapa banyak sikat gigi dalam sehari, kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter gigi. Harapan ke depannya, kebiasaan ini akan dilakukan lalu permasalahan gigi berkurang tahun 2030," paparnya.

Selain itu, mereka sengaja membuat konsep buku dongengnya berbentuk pop-up agar anak-anak tidak terkesan seperti membaca buku dongeng biasa. Mereka berusaha menarik perhatian anak-anak masa kini yang terbiasa dengan gadget agar terdorong membaca informasi dalam buku dongeng pop-up tersebut.

"Kalau dongeng biasa kan jadi malas. Agar anak-anak lebih tertarik, jadi informasi di dalam dongeng ini akan lebih tercerna dan diingat," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut, Jangan Asal Sikat Gigi Ya!

Cegah Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut, Jangan Asal Sikat Gigi Ya!

Health | Rabu, 02 Oktober 2019 | 17:45 WIB

Senyum Ceria Siswa Saat Belajar Menyikat Gigi

Senyum Ceria Siswa Saat Belajar Menyikat Gigi

Foto | Minggu, 08 September 2019 | 08:16 WIB

Ini Alasan Mengapa Sakit Gigi Semakin Parah saat Malam Hari

Ini Alasan Mengapa Sakit Gigi Semakin Parah saat Malam Hari

Health | Minggu, 08 September 2019 | 08:30 WIB

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2019 Digelar dengan Tema Indonesia Tersenyum

Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2019 Digelar dengan Tema Indonesia Tersenyum

Health | Sabtu, 07 September 2019 | 19:56 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB