Kehamilan Kembar Seperti Irish Bella, Ini Cara Jaga Kesehatan Ibu dan Janin

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 08 Oktober 2019 | 16:03 WIB
Kehamilan Kembar Seperti Irish Bella, Ini Cara Jaga Kesehatan Ibu dan Janin
Ilustrasi seorang perempuan tengah hamil kembar. [shutterstock]

Suara.com - Pasangan artis Irish Bella dan Ammar Zoni baru saja kehilangan bayi kembar mereka. Kedua bayi berjenis kelamin perempuan tersebut meninggal di dalam kandungan yang masih berusia 6 bulan.

Kehamilan kembar memang penuh risiko, dan tidak mudah bagi ibu untuk menjaga kesehatan diri dan janin saat ia hamil kembar. Rahim ibu yang normalnya diperuntukkan satu janin, harus diisi oleh dua janin. Artinya, dari sisi kebutuhan nutrisi dan kapasitas ruang janin untuk berkembang juga harus lebih luas.

Lalu, bagaimana cara menjaga kehamilan kembar agar ibu dan janin tetap sehat?

Dr. Ivan Sini, SpOG mengatakan bahwa rutin konsultasi ke dokter saja tidak menjamin ibu terbebas dari keguguran. Meski begitu, konsultasi tetaplah hal yang paling utama harus dilakukan oleh ibu dengan kehamilan kembar.

"Kontrol sesering mungkin, WHO menganjurkan 4 kali, tapi kalau di dunia maju, kontrol tiap bulan. Begitu masuk 7 bulan, kontrol 2 minggu sekali. Begitu 9 bulan, seminggu sekali, itu adalah proses pemantauan rutin," ujar Dr. Ivan dalam acara Gathering Media Bersama Morula IVF Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Di sisi lain, Dr. Arie Polim, SpOG juga membenarkan jika konsultasi pada ibu dengan kehamilan kembar harus lebih sering daripada kehamilam normal biasa. Selain itu, aktivitas yang dilakukan ibu hamil kembar harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

"Dia juga harus menjaga aktivitas, artinya nggak boleh terlalu capek pekerjaannya, jalan tidak terlalu berlebihan," papar Arie.

Lebih lanjut, kata Dr. Arie, sangat penting memperhatikan faktor-faktor kelahiran prematur atau janin yang lahir sebelum usia 9 bulan. Seperti ibu dengan riwayat jantung, darah tinggi atau hipertensi, dan sebaliknya darah rendah, termasuk kekurangan sel darah merah atau anemia.

baca juga

"Hindari faktor-faktor yang mempercepat prematur, atau seperti hipertensi, itu harus dijaga, nggak boleh anemia," jelasnya.

"Faktor gizi harus cukup, sangat penting untuk jaga kehamilan, karena gizi yang baik akan menjaga supaya ketuban nggak pecah, hal ini harus dijaga," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkaca dari Irish Bella, Begini Efek Preeklamsia pada Bayi Dalam Perut!

Berkaca dari Irish Bella, Begini Efek Preeklamsia pada Bayi Dalam Perut!

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 14:35 WIB

Irish Bella Alami Preeklamsia, Cari Tahu Orang yang Paling Berisiko!

Irish Bella Alami Preeklamsia, Cari Tahu Orang yang Paling Berisiko!

Health | Selasa, 08 Oktober 2019 | 12:50 WIB

Ketahui Gejala & Penyebab Mirror Syndrome Seperti yang Dialami Irish Bella

Ketahui Gejala & Penyebab Mirror Syndrome Seperti yang Dialami Irish Bella

Health | Senin, 07 Oktober 2019 | 20:50 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×