Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis, Jangan Dilakukan!

Vika Widiastuti

Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:30 WIB
Membentak Anak Bisa Sebabkan Gangguan Kronis, Jangan Dilakukan!
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Untuk mendisiplinkan anaknya, tak sedikit orang tua yang tak sadar telah melakukan cara yang salah, misalnya berteriak pada anak-anak.

Memang tak dipungkiri, membesarkan dan melatih anak bukanlah hal yang mudah dan bisa membuat frustasi karena mungkin tingkahnya. Namun, membentak anak pun tak bisa dibiarkan.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Society for Research in Child Development, jika orang tua tidak menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi situasi atau mengendalikan frustasi mereka, maka berteriak ke anak terus-menerus memiliki implikasi yang besar, yaitu bisa mengganggu perkembangan kepribadian anak.

Dampaknya tak hanya terjadi dalam jangka pendek, melainkan bisa dialami anak dalam jangka panjang. Berikut beberapa bahaya berteriak kepada anak yang perlu diketahui orang tua dilnasir dari thehealthsite.

1. Gangguan perilaku

Menurut penelitian, berteriak hanya menyelesaikan masalah perilaku dalam sesaat. Namun, justru menciptakan lebih banyak masalah dalam jangka panjang karena bisa membuat perilaku anak justru lebih buruk.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa anak-anak berusia 13 tahun yang diteriaki oleh orang tuanya, kemungkinan perilaku buruk mereka meningkat di tahun-tahun berikutnya.

2. Mengubah cara otak berkembang

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam National Institute of Health, Amerika Serikat pada 2017, otak seorang anak dengan riwayat pelecehan verbal dari orang tuanya tampak berbeda dari anak-anak yang tidak mengalaminya.

baca juga

Terlihat ada perbedaan fisik yang nyata dalam struktur otak, terutama pada bagian yang memoderasi suara dan bahasa. Alasan perubahan itu adalah karena manusia dibentuk untuk memproses informasi negatif lebih cepat dibanding yang baik.

3.Stres kronis

Berdasarkan studi baru-baru ini di National Institute of Health, Amerika Serikat, berteriak pada anak-anak dapat menyebabkan stres kronis yang pada ujungnya mengarah pada masalah kesehatan tertentu.

Ilustrasi orang tua memarahi anak remaja (Shutterstock).
Ilustrasi orang tua memarahi anak remaja (Shutterstock).

4. Sebabkan depresi

Bukan hanya membuat anak sedih, terluka, dan takut, berteriak pada anak bisa menyebabkan masalah psikologis yang lebih dalam dan membahayakan mereka di masa dewasa.

Menurut penelitian di National Institute of Health, Amerika Serikat pada 2016, telah menetapkan adanya hubungan antara pelecehan emosional dan depresi. Pengalaman tersebut bisa meningkatkan risiko tindakan merusak diri sendiri, seperti penggunaan narkoba.

5. Nyeri kronis

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychology mengungkapkan hubungan antara pengalaman negatif pada masa kanak-kanak dengan risiko mengalami kondisi kronis yang menyakitkan pada tahap selanjutnya.

Kondisi kronis yang bisa berkembang pada anak-anak ini di antaranya adalah radang sendi, sakit kepala yang buruk, masalah punggung dan leher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Novel Don't Tell Me Anything, Jeritan di Antara Batas Mimpi dan Realitas

Novel Don't Tell Me Anything, Jeritan di Antara Batas Mimpi dan Realitas

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan

Ulasan Dan Hujan Pun Berhenti: Kisah Kelam tentang Luka, Depresi, dan Harapan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:30 WIB

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

Calon Suami Ungkap Jesslyn Sempat Depresi, Diduga Tiga Kali Coba Bunuh Diri

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:13 WIB

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Menjadi Dermaga Sebelum Menyelam: Kisah Komunitas Menemani Perjalanan Pulih

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 14:30 WIB

I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil

I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki: Bertahan Hidup Lewat Harapan-harapan Kecil

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:30 WIB

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Tenggelam dalam Tuntutan, Terbungkam oleh Stigma: Potret Buram Kesehatan Mental Remaja

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:05 WIB

Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak

Review Novel Octopus Moon: Kisah Menyentuh tentang Depresi pada Anak

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 19:45 WIB

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago

Bola | Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi

Your Say | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:10 WIB

Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'

Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'

Your Say | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:45 WIB

Terkini

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Penyebab Harga Emas Pegadaian Hari Ini Gagal Penuhi Ekspektasi Melesat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:10 WIB

Wujudkan Layanan Digital Setara, Menteri PANRB Gaungkan Konsep One Nation, One Experience

Wujudkan Layanan Digital Setara, Menteri PANRB Gaungkan Konsep One Nation, One Experience

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:08 WIB

Terus Memperkuat Sinergi, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Terus Memperkuat Sinergi, Telkom Akses Dorong Penguatan dan Penataan Infrastruktur Digital

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:05 WIB

Harga Pangan Nasional Kembali Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105 Ribu

Harga Pangan Nasional Kembali Naik, Cabai Keriting Tembus Rp105 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 10:04 WIB

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

Resolusi Hentikan Perang AS - Iran Ditolak Senat Amerika Serikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review

3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 10:03 WIB

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Daniel and the Fiery Furnace: Rahasia Iman dan Api Pembuangan di Babilonia!

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 10:00 WIB

Visual Tumpah-tumpah! Potret Memesona Yeji ITZY Saat Hadir di Jakarta

Visual Tumpah-tumpah! Potret Memesona Yeji ITZY Saat Hadir di Jakarta

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 10:00 WIB

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

5 Cara Membersihkan Sepatu Suede yang Terkena Lumpur Tanpa Merusak Teksturnya

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

BI dan Hong Kong Sepakati Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara Berbasis QR

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:59 WIB

×