5 Fakta Pseudobulbar Affect, Kondisi yang Bikin Joker Tertawa Tanpa Kendali

M. Reza Sulaiman

Kamis, 17 Oktober 2019 | 08:10 WIB
5 Fakta Pseudobulbar Affect, Kondisi yang Bikin Joker Tertawa Tanpa Kendali
Joker mengidap penyakit pseudobulbar affect, apa itu? (Instagram/@jokermovie)

Suara.com - 5 Fakta Pseudobulbar Affect, Kondisi yang Bikin Joker Tertawa Tanpa Kendali

Pembahasan seputar film Joker masih ramai didengungkan oleh netizen di media sosial. Salah satu yang ramai dibahas adalah kondisi medis Arthur Fleck alias Joker yang tertawa tanpa kendali.

Ya, karakter Joker digambarkan menderita gangguan yang sering membuatnya tertawa, meski dalam keadaan sedih. Nah, di dunia medis, kondisi ini dinamakan Pseudobulbar Affect.

Tahukah kamu bahwa pseudobulbar affect memiliki gejala khas seperti yang dialami Joker? Lalu, apa itu pseudobulbar affect? Dikutip dari Alodokter, simak pembahasannya berikut ini ya!

Apa itu Pseudobulbar Affect?

Pseudobulbar affect (PBA) adalah gangguan pada sistem saraf yang membuat seseorang tiba-tiba tertawa atau menangis tanpa dipicu oleh sebab apa pun. Perubahan emosi yang tiba-tiba ini sering membuat penderitanya merasa malu, cemas, mengalami depresi, hingga mengisolasi diri dari lingkungan.

Gejala Pseudobulbar Affect

  • Tiba-tiba menangis atau tertawa.
  • Tertawa keras saat merasa sedih atau tertekan, namun menangis saat merasa gembira.
  • Tawa atau tangisan berlangsung lebih lama dari orang normal.
  • Ekspresi wajah yang tidak sesuai dengan emosi.
  • Tiba-tiba berubah frustasi atau marah-marah.
  • Gejala-gejala tersebut biasanya muncul tiba-tiba dan tanpa disadari.

Gejala pseudobulbar affect sering disalahartikan dengan gangguan mental, seperti depresi dan bipolar.

Penyebab Pseudobulbar Affect

baca juga

Hingga kini, penyebab PBA belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli meyakini bahwa PBA terjadi akibat adanya kerusakan pada korteks prefrontal, yakni area otak yang mengendalikan emosi.

Tertawa tanpa kendali. (Shutterstock)
Tertawa tanpa kendali. (Shutterstock)

Beberapa penyakit dan gangguan pada otak dan sistem saraf berikut juga bisa menyebabkan PBA:

  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit Parkinson
  • Penyakit Wilson
  • Multiple sclerosis
  • Amytrophic lateral sclerosis (ALS)
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Epilepsi
  • Demensia
  • Tumor otak
  • Stroke
  • Cedera otak

Selain itu, perubahan zat kimia di otak yang berkaitan dengan depresi dan suasana hati juga berperan dalam munculnya pseudobulbar affect. Perubahan zat kimia ini dapat menggangu sinyal dan pengolahan informasi di otak, sehingga memicu munculnya gejala dan keluhan PBA.

Ingin tahu pengobatan pseudobulbar affect dan cara mengontrolna? Simak di halaman berikutnya ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joker dan Thanos Berada di JCC Senayan

Joker dan Thanos Berada di JCC Senayan

Foto | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:47 WIB

Ada Jam Tangan Joker Edisi Terbatas, Dibanderol Rp 253 Juta

Ada Jam Tangan Joker Edisi Terbatas, Dibanderol Rp 253 Juta

Lifestyle | Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:41 WIB

Joker Berhenti Minum Obat meski Alami Gangguan Mental, Apa Efeknya?

Joker Berhenti Minum Obat meski Alami Gangguan Mental, Apa Efeknya?

Health | Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

×