Pria Usia 40 tahun Ke Atas Perlu Waspada Kekurangan Hormon Testosteron

Yasinta Rahmawati

Selasa, 19 November 2019 | 14:33 WIB
Pria Usia 40 tahun Ke Atas Perlu Waspada Kekurangan Hormon Testosteron
Ilustrasi lelaki gemuk. [Shutterstock]

Suara.com - Bertepatan dengan International Men's Day yang diperingati pada 19 November, PT Bayer Indonesia berkontribusi aktif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.

Dengan menghadirkan pakar, PT Bayer Indonesia mengungkapkan bahwa ada hubungan antara kekurangan hormon testosteron dengan sindrom metabolik.

Data dari sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat 38,7% pria dengan usia di atas 45 tahun memiliki kadar testosteron kurang dari kadar normalnya yaitu, kurang dari 300 nanogram/desiliter (ng/dL).

Selaku narasumber, dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And, Dokter spesialis bidang Andrologi menyebut kekurangan hormon testosteron banyak terjadi pada pria usia 40 tahun ke atas.

"Dimulai dari usia 30 tahun akan terjadi penurunan hormon testosteron seiring bertambahnya usia yang mengakibatkan terjadi penurunan kadar hormon testosteron dalam tubuh seorang pria," jelasnya, dikutip dari rilis yang diterima Suara.com, Selasa (18/11/2019).

Seorang perempuan menyuntikkan obat diabetes. [shutterstock]
Seorang perempuan menyuntikkan obat diabetes. [shutterstock]

Ia melanjutkan penurunan tersebut mencapai sekitar 2 – 3% per tahun. Maka di usia 40 tahun kadar testosteron menjadi sekitar 65 – 70% dan pada usia 60 tahun ke atas sekitar 45 – 50% dari usia 25 tahun.

Banyak pria yang mengalami kekurangan hormon testosteron tidak menyadari penyakitnya. Rendahnya hormon testosteron dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan psikologis, gangguan metabolik, gangguan kardiovaskular, gangguan seksual, permasalahan fisik, serta risiko kematian yang lebih tinggi.

Menurut dr. Nugroho, deteksi awal kekurangan hormon testosteron dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala yang dialami. Berdasarkan ADAM questionnaire, pria harus waspada terhadap gejala berikut ini :

  • Penurunan dorongan seksual
  • Lemas / kurang tenaga
  • Daya tahan / kekuatan fisik menurun
  • Tinggi badan berkurang
  • Kenikmatan hidup menurun
  • Mudah kesal / marah
  • Disfungsi ereksi
  • Penurunan kemampuan olahraga
  • Sering mengantuk / tertidur sesudah makan malam
  • Penurunan prestasi kerja
    Sindrom metabolik bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. (Shutterstock)
    Sindrom metabolik bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. (Shutterstock)

"Pria yang mengalami gejala-gejala kekurangan hormon testosteron harus segera berkonsultasi dan memeriksa kadar testosteronnya untuk mendapatkan terapi sulih hormon sehingga kualitas hidup juga menjadi lebih baik," kata dr. Nugroho.

baca juga

Dr. Nugroho menjelaskan bahwa tujuan terapi sulih hormon testosteron adalah untuk mengembalikan kadar testosteron ke tingkat normal. Penelitian membuktikan bahwa terapi sulih hormon testosteron dapat memperbaiki setiap komponen sindrom metabolik 3-4 .

"Banyak pasien yang saya berikan injeksi testosteron jangka panjang mengalami penurunan lingkar pinggang, penurunan berat badan, perbaikan gula darah, serta perbaikan lemak darah," tambahnya.

"Injeksi Testosterone Undecanoate jangka panjang biasanya dipilih karena berdasarkan penilitian yang dilakukan tahun 2015 oleh Carruthers M, Cathcart P, Feneley MR - yang menunjukkan tingkat keberhasilan terapi sampai 82%, sedangkan keberhasilan dengan penggunaan obat minum hanya mencapai 41% 11," terang dr. Nugroho.

Pemberian Injeksi Testosterone Undecanoate jangka panjang ini diklaim lebih aman terhadap hati karena tidak masuk ke dalam aliran darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Atasi Sindrom Metabolik, Ini Yoghurt Rasa Daun Kelor Buatan Mahasiswi

Bisa Atasi Sindrom Metabolik, Ini Yoghurt Rasa Daun Kelor Buatan Mahasiswi

Health | Jum'at, 01 November 2019 | 06:05 WIB

Studi Ungkap Hubungan Kadar Testosteron dengan Asma, Simak Penjelasannya!

Studi Ungkap Hubungan Kadar Testosteron dengan Asma, Simak Penjelasannya!

Health | Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:15 WIB

Belajar dari Irine yang PCOS, Ini Tanda-Tanda Wanita Kelebihan Hormon Pria!

Belajar dari Irine yang PCOS, Ini Tanda-Tanda Wanita Kelebihan Hormon Pria!

Health | Minggu, 22 September 2019 | 19:25 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB