facebook

Agar Klaim BPJS Kesehatan Lancar, PERSI Gelar Pelatihan Coding di RS

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Agar Klaim BPJS Kesehatan Lancar, PERSI Gelar Pelatihan Coding di RS
PERSI gelar pelatihan coding untuk maksimalkan klaim BPJS Kesehatan. (Dok. Persi)

Kesalahan melakukan coding akan berdampak pada tersendatnya proses klaim RS pada BPJS Kesehatan.

Suara.com - Agar Klaim BPJS Kesehatan Lancar, PERSI Gelar Pelatihan Coding di RS

Kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan sangat penting bagi setiap Rumah Sakit (RS) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan dalam mengimplementasikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, baik oleh RS maupun sistem JKN. Salah satunya adalah coding. Kesalahan melakukan coding akan berdampak pada tersendatnya proses klaim RS pada BPJS Kesehatan. Hal tersebut bisa berdampak langsung terhadap kondisi keuangan RS yang bersangkutan.

Melihat hal ini, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) berkolaborasi dengan PT Medtronic Indonesia, perusahaan pemimpin teknologi medis global, melakukan rangkaian kegiatan Med-Verify, pelatihan coding INA-CBG's untuk kalangan perumahsakitan.

Baca Juga: Defisit BPJS, Menkes Terawan Singgung Operasi Caesar Tanpa Alasan Medis

INA-CBG's atau Indonesia Case base Groups adalah sistem yang menentukan tarif standar yang digunakan RSsebagai referensi biaya klaim ke sistem JKN.

"PERSI sebagai wadah yang menaungi kalangan perumahsakitan Indonesia memandang acara ini sangat penting untuk mendukung RS yang menjadi mitra BPJS Kesehatan, agar ke depannya proses klaim bisa berjalan lebih lancar," ujar Ketua Umum PERSI dr. Kuntjoro Adi Purjanto M.Kes dalam siaran pers yang suara.com terima.

Model pembiayaan era JKN yang menerapkan model pembayaran retrospektif untuk INA CBG's, memacu kebutuhan akan peningkatan kemampuan petugas RS memasukkan kode yang tepat untuk prosedur intervensi medis.

Selain itu, keselarasan pemahaman antara dokter, manajemen RS dan coders juga perlu diperbaharui terkait peraturan dan pedoman terbaru. Karenanya pelatihan ini penting untuk memfasilitasi diskusi dua arah antara RS dan pembuat kebijakan tentang pengkodean untuk intervensi prosedur medis.

Modul pelatihan ini disusun PERSI dan Medtronic bersama para klinisi, tim Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (P2JK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta tim Casemix.

Baca Juga: Tak Bisa Pakai BPJS, Korban Penusukan di Bantul Dapat Bantuan di Hari Guru

Selanjutnya, modul ini akan dibawakan tim klinisi dan tim coding RS kepada tim manajemen RS serta para dokter yang menuliskan diagnosa dan nantinya ditindaklanjuti petugas coding.

Komentar