Makan Ayam Goreng Setiap Hari Meningatkan Risiko Kematian Dini

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 06 Desember 2019 | 16:09 WIB
Makan Ayam Goreng Setiap Hari Meningatkan Risiko Kematian Dini
Makan ayam goreng. (Shutterstock)

Suara.com - Menurut penelitian baru, makan ayam goreng secara teratur dapat meningkatkan risiko kematian dini. Studi baru, yang diterbitkan dalam The BMJ, menemukan bahwa makan makanan yang digoreng dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian pada wanita pascamenopause.

Dilansir dari Insider, para peneliti menggunakan data kuesioner untuk menilai diet 106.966 wanita berusia 50 hingga 79 yang dilakukan selama 18 tahun hingga Februari 2017.

Mereka melihat seberapa sering mereka makan makanan goreng yang berbeda, termasuk ayam, ikan, kerang, kentang goreng, keripik tortilla, dan taco.

Selama waktu itu, 31.588 wanita meninggal. Masalah jantung menyebabkan 8.358 kematian tersebut.

"Kami tahu konsumsi makanan gorengan adalah sesuatu yang sangat umum di Amerika Serikat dan juga di seluruh dunia. Sayangnya, kami hanya tahu sedikit tentang efek jangka panjang dari konsumsi makanan gorengan," kata Wei Bao, asisten profesor epidemiologi di Universitas Iowa dan penulis utama studi ini, mengatakan kepada CNN.

Ayam goreng KFC. (Shutterstock)
Ayam goreng KFC. (Shutterstock)

Menurut Bao, studi ini adalah yang pertama dari jenisnya. Tetapi penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara makan gorengan dan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Secara keseluruhan, setelah memperhitungkan gaya hidup, kualitas makanan, tingkat pendidikan dan pendapatan, hasilnya menunjukkan bahwa secara teratur mengonsumsi makanan digoreng dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.

Khususnya, mereka yang makan satu atau lebih porsi makanan goreng sehari memiliki risiko 8% lebih tinggi daripada mereka yang tidak menyentuhnya.

Makan ayam goreng setiap hari dikaitkan dengan risiko kematian 13% lebih tinggi dan risiko kematian akibat masalah jantung yang lebih tinggi 12%, dibandingkan dengan tidak ada makanan yang digoreng. Makan ikan goreng setiap hari juga dikaitkan dengan risiko kematian 7% lebih tinggi.

baca juga

Sementara itu, peneliti tidak menemukan bukti bahwa makanan yang digoreng meningkatkan risiko kanker.

"Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng, terutama ayam goreng dan ikan goreng/kerang, mungkin memiliki dampak yang bermakna secara klinis di seluruh spektrum kesehatan masyarakat," catat mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Benar Berlari Dapat Menurunkan Risiko Kematian, Ada Tapinya..

Studi: Benar Berlari Dapat Menurunkan Risiko Kematian, Ada Tapinya..

Health | Jum'at, 08 November 2019 | 06:00 WIB

Ternyata Lakukan Pekerjaan Rumah Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini!

Ternyata Lakukan Pekerjaan Rumah Bisa Turunkan Risiko Kematian Dini!

Health | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:50 WIB

Studi : Dua Gelas Soft Drink Sehari Tingkatkan Kematian Dini

Studi : Dua Gelas Soft Drink Sehari Tingkatkan Kematian Dini

Health | Rabu, 04 September 2019 | 18:30 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×