Kisah Cathy, Tak Bisa Punya Keturunan karena Menopause di Usia 13 Tahun

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 07 Januari 2020 | 18:17 WIB
Kisah Cathy, Tak Bisa Punya Keturunan karena Menopause di Usia 13 Tahun
Ilustrasi Remaja mengalami menopause. (Shutterstock)

Suara.com - Kisah Cathy, Tak Bisa Punya Keturunan karena Menopause di Usia 13 Tahun

Apa jadinya jika Anda diberi tahu tidak bisa memiliki keturunan sejak usia remaja? Hal inilah yang dialami oleh perempuan asal London, Inggris, Cathy Phillips-Bradady.

Perempuan berusia 31 tahun tersebut menceritakan bagaimana dia merasa hancur setelah mendengar tidak dapat memiliki anak secara alami di usianya yang ke 17.

Dilansir Dailymail, Cathy sebelumnya memang mengalami gejala perimenopasual (memasuki masa menopause), termasuk hot flushes (berupa rasa panas di dalam tubuh, diikuti dengan keluarnya keringat, serta jantung yang berdebar-debar), kehilangan memori jangka pendek, perubahan suasana hati, dan kecemasan sejak usia remaja.

Cathy ingat bagaimana menstruasinya sangat menyakitkan ketika dia berusia 12 tahun, sehingga dia harus memeluk botol air panas di tempat tidur selama berhari-hari.

Saat ibunya mengetahui hal tersebut dan cemas, ia pun membuat janji ke dokter umum pada awal 2000. Saat itu, Cathy hanya diresepkan asam mefenamat untuk mengatasi sakitnya karena menstruasi yang berat, yang menyebabkan perdarahan yang menakutkan akhirnya berhenti.

Masa haidnya tidak kembali selama satu tahun. Tapi, perempuan yang kini berprofesi sebagai produser dan musisi tersebut mengatakan jika dokter berpikir menstruasinya hanya tidak teratur karena dia masih seorang remaja, dan mengatakan kepadanya untuk tidak perlu khawatir.

Namun, kekhawatirannya memburuk ketika dia mulai mengalami hot flush di usia 14 tahun.

"Aku harus mandi air dingin dua kali sehari, tetapi dokter mengatakan semuanya baik-baik saja dan ibuku tidak tahu bagaimana lagi untuk membantu," katanya.

Cathy kembali ke dokter, kali ini yakin ada sesuatu yang salah dengan dirinya dan dirujuk ke rumah sakit Maidenhead untuk tes darah dan kemudian dirujuk ke spesialis ginekologi yang berbasis di London untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sana, ia diuji untuk serangkaian kondisi selama dua tahun, mulai dari kanker serviks hingga penyumbatan di tuba Fallopi, tetapi masalahnya tetap tidak diketahui.

Akhirnya, pada tahun 2005, di usia 17 tahun, Cathy mendapatkan diagnosisnya, yakni ia mengalami insufisiensi ovarium prematur. Suatu kondisi yang menyebabkan ovarium berhenti memproduksi telur, dan diberi tahu bahwa ia tidak akan pernah dapat memiliki anak secara alami. Ternyata dirinya sudah memasuki masa menopause sejak usia 13 tahun.

"Berita itu adalah pukulan besar. Aku benar-benar merasakan kehilangan," kata dia.

Ilustrasi sakit pinggang karena penyakit ginjal. (Shutterstock)
Ilustrasi hot flushes karena menopause. (Shutterstock)

Dia mengaku merasa sangat bingung, bahkan terkait kondisinya dia tidak ditawarkan pilihan terapi. Dia juga menggunakan pil kontrasepsi lain untuk meringankan gejala dan terapi penggantian hormon.

Bergerak maju, Cathy tidak punya pilihan lain selain menerima bahwa dia mungkin tidak bisa hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Lansia 62 Tahun Melahirkan Anak Laki-Laki Pertama

Wanita Lansia 62 Tahun Melahirkan Anak Laki-Laki Pertama

Health | Sabtu, 28 Desember 2019 | 14:54 WIB

Tidak Pacaran saat Remaja Bukan Hal Menyedihkan, Ini Kata Peneliti

Tidak Pacaran saat Remaja Bukan Hal Menyedihkan, Ini Kata Peneliti

Health | Kamis, 26 Desember 2019 | 15:00 WIB

Cara Lain Mencegah Osteoporosis pada Wanita: Latihan Melompat 5 Menit!

Cara Lain Mencegah Osteoporosis pada Wanita: Latihan Melompat 5 Menit!

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 10:21 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB