Kurangi Konsumsi Daging Bisa Bantu Selamatkan Bumi? Ini Kata Ilmuwan

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 10 Januari 2020 | 16:15 WIB
Kurangi Konsumsi Daging Bisa Bantu Selamatkan Bumi? Ini Kata Ilmuwan
Ilustrasi daging merah. (Shutterstock)

Suara.com - Kurangi Konsumsi Daging Bisa Bantu Selamatkan Bumi? Ini Kata Ilmuwan

Tingginya konsumsi daging merah disebut berkaitan dengan meningkatnya suhu bumi akibat perubahan iklim. Jika dibiarkan, kerusakan lingkungan, juga bumi, akan semakin cepat dan merugikan manusia.

Para ilmuwan mengemukakan pengurangan limbah makanan dan diversifikasi pertanian dapat membantu mengurangi dampak tersebut.

"Dua puluh lima hingga 30 persen dari produksi makanan hilang atau terbuang sia-sia. Pengurangan sisa dan sampah makanan dapat mengurangi polusi pada tanah, meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada saat bersamaan, menjalani nutrisi lebih berimbang dapat membantu kita beradaptasi dan membatasi dampak perubahan iklim," kata Jim Skea, peneliti Intergovenrmental Panel on Climate Change (UN-IPCC), dilansir VOA Indonesia.

Meskipun tidak secara eksplisit tidak menyarankan apa yang harus dimakan oleh manusia, panel ilmuwan IPCC itu mengatakan bahwa mengurangi konsumsi daging merah dan diganti dengan makanan sumber nabati bisa menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 15 persen dari tingkat kadar karbon sekarang hingga pada pertengahan abad ini.

Ia menjelaskan bahwa dengan membatasi pemanasan global hingga satu koma lima atau bahkan dua derajat, maka itu akan mengurangi kadar karbon dioksida dari atmosfer. Ia juga menambahkan tanah berperan penting terkait karbon dioksida di udara.

Ilustrasi pemanasan global (Shutterstock).
Ilustrasi pemanasan global (Shutterstock).

"Vegetasi dan tanah menyerap sepertiga emisi karbon dari bahan bakar fosil dan industri. Pengelolaan lahan tanah berkelanjutan dapat memperbaiki jumlah emisi yang diserap tanah dan tumbuh-tumbuhan dan terkadang membalikkan beberapa dampak buruk akibat perubahan iklim," kata Priyadarshi Shukla, seorang peneliti lainnya dari UN IPCC.

Di sisi lain, perubahan iklim juga meningkatkan risiko kelaparan. Suatu studi PBB memperingatkan pada tahun-tahun mendatang perubahan iklim juga dapat mempengaruhi apa dan seberapa banyak yang harus kita makan.

Meskipun terjadi peningkatan produksi pangan, diperkirakan 821 juta orang kekurangan gizi ... Secara umum, perubahan iklim akan berdampak pada penurunan hasil panen, kenaikan harga, berkurangnya tingkat nutrisi, dan gangguan rantai distribusi pasokan sembako,” kata Panmao Zhai, peneliti IPCC lainnya. (VOA Indonesia)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Krisis Iklim, Pemerintah Didesak Sahkan RUU Perubahan Iklim

Indonesia Krisis Iklim, Pemerintah Didesak Sahkan RUU Perubahan Iklim

News | Senin, 06 Januari 2020 | 13:54 WIB

Belajar dari Greta Thunberg, Bagaimana Perubahan Iklim Pengaruhi Manusia?

Belajar dari Greta Thunberg, Bagaimana Perubahan Iklim Pengaruhi Manusia?

Health | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:05 WIB

Wayan Suparta: Iklim dan Cuaca untuk Umat Manusia

Wayan Suparta: Iklim dan Cuaca untuk Umat Manusia

wawancara | Sabtu, 23 November 2019 | 12:55 WIB

Terkini

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Tidak Ada New York Hari Ini: Saat Tempat Jauh Mengukir Nama yang Tertinggal

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:00 WIB

68 Ribu UMKM Sudah Pasok Bahan Pangan MBG, Pemerintah Ingin Perluas Keterlibatan

68 Ribu UMKM Sudah Pasok Bahan Pangan MBG, Pemerintah Ingin Perluas Keterlibatan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Beda Viva Sunscreen Foundation dan Special Day Cream: Skincare Under Rp10 Ribu, Ini Review-nya

Beda Viva Sunscreen Foundation dan Special Day Cream: Skincare Under Rp10 Ribu, Ini Review-nya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Jadi Penguhuni Tetap di Level Rp18.000

Rupiah Diramal Jadi Penguhuni Tetap di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:30 WIB

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:19 WIB

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pillihan yang Bisa Jadi Cuan

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pillihan yang Bisa Jadi Cuan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

×