Selesaikan Masalah Gizi Indonesia, Pendidikan Harus Dimulai Sejak Dini

M. Reza Sulaiman

Rabu, 22 Januari 2020 | 12:45 WIB
Selesaikan Masalah Gizi Indonesia, Pendidikan Harus Dimulai Sejak Dini
Anak makan gizi seimbang sejak dini. (Shutterstock)

Suara.com - Selesaikan Masalah Gizi Indonesia, Pendidikan Harus Dimulai Sejak Dini

Masalah gizi di Indonesia menurut pakar bisa diatasi dengan pendidikan. Caranya, pendidikan soal gizi dan nutrisi wajib dilakukan sejak dini.

Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Ali Khomsan mengatakan pengetahuan tentang gizi seharusnya sudah diajarkan kepada anak-anak sejak mereka usia dini secara bertahap.

"Ini penting, karena sejak dini mereka sudah harus dikenalkan soal gizi," kata dia dilansir Antara, Rabu (22/1/2020).

Ia menerangkan solusi jangka panjang mengatasi persoalan gizi di Tanah Air harus dimulai dari ranah pendidikan. Artinya, sejak tahapan pendidikan PAUD anak-anak sudah dikenalkan secara perlahan dan berjenjang hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal itu dinilainya dapat menjadi perubahan perilaku seseorang yang bersumber pada bagusnya pengetahuan tentang gizi di kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa melalui kurikulum.

Namun, pada praktiknya pendidikan yang bersinggungan langsung dengan gizi itu belum begitu diajarkan atau diterapkan secara maksimal oleh masing-masing satuan pendidikan.

"Ini yang belum cukup dilakukan, karena pelajaran PKK itu sudah tidak ada," kata Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB tersebut.

Ia mengatakan saat ini materi atau muatan tentang gizi hanya menjadi sisipan-sisipan dari mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (Penjaskes), Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diberikan sekolah.

baca juga
Ilustrasi masalah gizi pada anak. (Shutterstock)
Ilustrasi masalah gizi pada anak. (Shutterstock)

Padahal, muatan atau materi terkait gizi itu penting untuk diberikan kepada anak didik karena bersinggungan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jika tidak memiliki pemahaman lebih bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Sebagai contoh anak yang tidak memiliki pengetahuan tentang keseimbangan asupan gizi saat mengkonsumsi sesuatu bisa mengakibatkan obesitas atau berat badan berlebih.

"Itu bisa terjadi akibat kurangnya pengetahuan tentang gizi yang dihadapi anak-anak sejak dini karena kurikulumnya tidak ada di sekolah," katanya.

Terakhir ia menambahkan pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu menyikapi persoalan itu jika memang betul-betul ingin menyelesaikan masalah gizi di Tanah Air. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Stunting, Pakar Gizi Minta Pemerintah Maksimalkan Peran Posyandu

Cegah Stunting, Pakar Gizi Minta Pemerintah Maksimalkan Peran Posyandu

Health | Rabu, 22 Januari 2020 | 10:41 WIB

Diet Sirtfood yang Dijalani Adele Ternyata Tidak Disetujui Semua Ahli Gizi

Diet Sirtfood yang Dijalani Adele Ternyata Tidak Disetujui Semua Ahli Gizi

Health | Kamis, 09 Januari 2020 | 15:31 WIB

Hidup Sehat Agar Celana Tidak Ketat

Hidup Sehat Agar Celana Tidak Ketat

Your Say | Sabtu, 28 Desember 2019 | 10:12 WIB

Terkini

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Game Battle Makin Kompetitif, Format VGC 202627 Resmi Digelar di Asia

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:20 WIB

×