Demi Obat Bisa Ular, Dokter Tri Maharani Rela Bermalam di Bandara

Yasinta Rahmawati

Rabu, 22 Januari 2020 | 15:50 WIB
Demi Obat Bisa Ular, Dokter Tri Maharani Rela Bermalam di Bandara
Dokter Tri Maharani (kiri) bersama pasien di RS Lembata. (ANTARA /Istimewa)

Suara.com - Beberapa jenis ular memiliki bisa (venom) yang mematikan dalam melumpuhkan mangsa. Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat bisa ular masih terbilang tinggi. Karena itu, Tri Maharani, seorang dokter sekaligus Kepala IGD RS Daha Husada Kediri Jawa Timur mendedikasikan waktu untuk penyelamatan korban ular berbisa.

Dilansir dari Antara, ia nekat berangkat ke Bangkok untuk membeli antivenom monovalen daboia rusell siamensis meski tak punya dana. Kata dia, obat ini hanya diproduksi dan dijual di Thailand oleh QSMI Taiwan dan Myanmar.

Ia mengisahkan pada 14 Januari 2020, ia ditelpon oleh tiga dokter yang bertugas di Kabupaten Lembata. Mereka melapor bahwa ada pasien gigitan ular dalam kondisi sangat buruk.

Pasien terus mengalami pendarahan di mulut, hidung dan dan mengalami kegagalan nafas sampai harus diberi ventilator pada bedah dan anestesi. Para dokter sudah berusaha menolong pasien namun tak mengetahui jenis ular apa yang yang menggigit.

Sebagai ahli toksikologi satu-satunya di Indonesia, dr. Tri Maharani mengetahui jenis ular tersebut, yang diidentifikasi sebagai jenis daboia ruselli. Jenis langka yang hanya hidup di beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya Gresik, Surabaya, Jawa Timue dan beberapa tempat di Pulau Flores.

"Setelah menerima telepon, saya langsung mengejarnya karena saya tahu betapa berat toksinnya, sedangkan antivenom cuma ada Sabu Biosave Indonesia yang tidak bisa dipakai untuk jenis racun ular seperti ini," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Ilustrasi ular. (Shutterstock)
Ilustrasi ular. (Shutterstock)

"Tujuan ke Bangkok adalah untuk membeli antivenom monovalen daboia rusell siamensis, dengan tentu berkonsultasi terlebih dahulu dengan pakar di Thailand drh Taksa Vasaparuchong," tambahnya.

Harus bermalam di bandara

Dia mengatakan berangkat ke Bangkok pada 17 Januari, namun di sana hanya beberapa jam saja. Ia pun kembali ke Jakarta kemudian Suarabaya, lalu lanjut ke Kupang dan Lembata.

baca juga

"Saya tiba di Kupang pada 18 Januari di malam hari, dan saya terpaksa menginap dan tidur di lantai Bandara El Tari Kupang menunggu penerbangan keesokan harinya," katanya.

Ia mengaku bahwa bantuan yang ia perolehdari beberapa rekan hanya cukup untuk membeli sembilan vial antivenom, enam daboia monivalen dan tiga green pit viper monovalen.

Dokter Tri Maharani (kiri) bersama pasien di RS Lembata. (ANTARA /Istimewa)
Dokter Tri Maharani (kiri) bersama pasien di RS Lembata. (ANTARA /Istimewa)

Setelah tiba di Lembata, Tri Maharani segera menuju rumah sakit dan langsung memberikan antivenom itu dua butir kepada pasien. Bersama petugas medis, mereka menunggu semalaman di rumah sakit Lembata untuk mengikuti perkembangan pasien.

Keesokan paginya, kondisi pasien mulai berangsur-angsur membaik. Tri Maharani kemudian memutuskan menambah dosis untuk diberikan kepada pasien.

Sebelum kembali ke Suarabaya, Tri Maharani pun mengumpulkan seluruh tenaga medis di Lembata bersama Direktur RS Lembata dan Kadinker Lembata untuk mengadakan pelatihan penanganan gigitan ular.

Dia berharap setelah adanya kasus ini, perlu disiapkan antibisa ular langka di Labuan Bajo, Ende dan Lembata karena tioxin jenis ular ini sangat ganas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengerikan! Ular Piton Masuk ke Rumah Warga Begini Penampakanya

Mengerikan! Ular Piton Masuk ke Rumah Warga Begini Penampakanya

Foto | Selasa, 21 Januari 2020 | 14:37 WIB

Anak TK Digigit Ular, Kejang-kejang dan Muntah Sebelum Tewas

Anak TK Digigit Ular, Kejang-kejang dan Muntah Sebelum Tewas

Jabar | Sabtu, 18 Januari 2020 | 12:12 WIB

Masuk Rumah Warga di Sleman, Anak Kobra Ini Terperangkap Lem Lalat

Masuk Rumah Warga di Sleman, Anak Kobra Ini Terperangkap Lem Lalat

Jogja | Kamis, 16 Januari 2020 | 12:08 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×