Kasus Virus Corona di China: Segala yang Perlu Anda Ketahui

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:00 WIB
Kasus Virus Corona di China: Segala yang Perlu Anda Ketahui
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak akhir Desember 2019 lalu, pemerintah China melaporkan adanya kasus mirip pneumonia di Kota Wuhan, China, kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Saat itu, kasus yang terdeteksi hanya 27 saja.

Namun dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tepatnya pada Kamis (23/1/2020), penyebaran kasus orang yang terinfeksi virus corona baru ini mencapai 550 kasus dan sebanyak 17 orang telah dinyatakan meninggal dunia.

Beberapa negara di Asia, yang juga termasuk Inggris dan Amerika pun telah melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh di bandara untuk para wisatawan. Jika diduga terinfeksi, wisatawan tersebut akan segera dikarantina atau mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Apa sebenarnya virus korona ini?

Berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, virus ini merupakan virus corona jenis baru yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang lebih akut seperti SARS dan MERS atau hanya flu biasa.

Hingga kini pakar kesehatan menyebut virus ini sebagai novel coronavirus (nCoV).

 Para pemudik Tahun Baru Imlek mengenakan masker dalam perjalanan dengan menggunakan subway dari Stasiun Dongzhimen menuju tempat transit Stasiun Beijing sebelum ganti kereta ke berbagai daerah di China, Rabu (22/1/2020). (ANTARA/M. Irfan Ilmie/tm)
Para pemudik Tahun Baru Imlek mengenakan masker dalam perjalanan dengan menggunakan subway dari Stasiun Dongzhimen menuju tempat transit Stasiun Beijing sebelum ganti kereta ke berbagai daerah di China, Rabu (22/1/2020). (ANTARA/M. Irfan Ilmie/tm)

Bagaimana gejalanya?

Gejala dari infeksi virus ini mirip dengan gejala pneumonia. Seperti masalah sulit bernapas, demam, batuk, irama pernapasan lebih cepat, sakit tenggorokan, hingga pilek.

Risiko kematian yang diakibatkan oleh virus corona ini dinilai masih rendah. Dengan perawatan intensif, beberapa orang yang terinfeksi telah dinyatakan pulih.

baca juga

Penularan virus corona

Menurut otoritas kesehatan China, penyebaran virus corona ini berawal dari sebuah pasar hewan laut Huanan di Kota Wuhan. Beberapa hari setelah terdeteksinya kasus pneumonia, peneliti menduga penyebarannya terbatas dari hewan ke manusia saja.

Namun, pada akhirnya mereka menyatakaan virus dapat ditularkan antarmanusia. Sayangnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, proses penularannya belum diketahui.

Apakah ada vaksin?

Belum ada vaksin atau obat untuk mencegah dan mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus corona baru ini.

Tetapi, sejumlah ilmuwan asal AS sedang mencoba mengembangkannya dengan 'memperbaharui' vaksin yang telah mereka buat pada 2000-an silam ketika coronavirus yang saat itu menyebabkan sindrom pernapasan akut parah muncul sebagai ancaman serius untuk pertama kalinya.

Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)
Novel Coronavirus (nCoV) alias virus corona yang sedang mewabah di China. (Shutterstock)

Bagaimana cara mencegahnya?

Dokter menyarankan untuk selalu menjaga kebersihan dan higienitas diri sendiri. Misalnya dengan mencuci tangan, terutama sebelum memegang mulut, hidung, atau mata.

"Jangan lupa untuk mencuci tangan denagn air dan sabun serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai," kata dr Erlina Burhan, SpKK, dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Selain itu, gunakan masker ketika merasa mengalami gejala flu atau batuk.

Bagaimana tindakan Kementerian Kesehatan RI?

Menurut Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M.Epid dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Indonesia siap menghadapi kemungkinan terburuk.

"Negara kita siap. Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah dan berjenjang mulai dari provinsi, kabupaten, kota, laboratorium, termasuk KKP," ujar Vensya.

Selain itu, Kemenkes juga telah menyiapkan 12 ribu masker N95, 860 alat pelindung diri dan 35 ribu Health Alert Card yang disediakan di setiap pintu masuk ke Indonesia.

Tak cuma itu, Kemenkes mengaku telah menyiagakan 100 rumah sakit rujukan dan tiga rumah sakit rujukan nasional yang berada di Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Virus Corona di Gedung BRI, Menkes Terawan Minta Jangan Asal Sebut

Dugaan Virus Corona di Gedung BRI, Menkes Terawan Minta Jangan Asal Sebut

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 20:05 WIB

Buktikan BRI Aman dari Corona, Menkes Terawan Datang Tak Pakai Masker

Buktikan BRI Aman dari Corona, Menkes Terawan Datang Tak Pakai Masker

Video | Kamis, 23 Januari 2020 | 19:49 WIB

Menkes Buktikan Tak Ada Virus Corona, Arya Permana Turun Bobot 109 Kg

Menkes Buktikan Tak Ada Virus Corona, Arya Permana Turun Bobot 109 Kg

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 20:15 WIB

Beda Gejala dan Penularannya, Ini Perbedaan Virus Corona dengan SARS

Beda Gejala dan Penularannya, Ini Perbedaan Virus Corona dengan SARS

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 19:15 WIB

Terkini

Danantara Butuh Waktu 3 Tahun Bangun PSEL Bekasi

Danantara Butuh Waktu 3 Tahun Bangun PSEL Bekasi

Bekaci | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:44 WIB

Tips Parkir Paralel Wuling Air EV: Cara Aktifkan Mode Netral, Spesifikasi, dan Update Harga Terbaru

Tips Parkir Paralel Wuling Air EV: Cara Aktifkan Mode Netral, Spesifikasi, dan Update Harga Terbaru

Otomotif | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:43 WIB

Kabut Asap Karhutla, Kemenag Riau Keluarkan Aturan Jam Belajar Sekolah

Kabut Asap Karhutla, Kemenag Riau Keluarkan Aturan Jam Belajar Sekolah

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:41 WIB

PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar ke-35 NU, Siapa Saja?

PBNU Tetapkan 557 Pemilik Hak Suara Muktamar ke-35 NU, Siapa Saja?

Jatim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Kembangkan Potensi Budaya dan UMKM, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Nias Selatan

Kembangkan Potensi Budaya dan UMKM, BRI Perkuat Ekosistem Ekonomi Nias Selatan

Bri | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:37 WIB

Cara Memikat Hati Pria Virgo yang Perfeksionis, Begini Trik Mendekatinya

Cara Memikat Hati Pria Virgo yang Perfeksionis, Begini Trik Mendekatinya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026

Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:33 WIB

PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Bagian dari Partai: Jangan Lagi Seret Nama Kami!

PSI Tegaskan Budi Arie Bukan Bagian dari Partai: Jangan Lagi Seret Nama Kami!

Jawa Tengah | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:31 WIB

Bye Kulit Kusam! 5 Tone Up Sunscreen Korea SPF 50 Buat Wajah Cerah Seketika

Bye Kulit Kusam! 5 Tone Up Sunscreen Korea SPF 50 Buat Wajah Cerah Seketika

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Guru Honorer Cemas Nasibnya Usai 2026, DPR Janji Kawal Kepastian Status Mereka

Guru Honorer Cemas Nasibnya Usai 2026, DPR Janji Kawal Kepastian Status Mereka

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:28 WIB

×