Dettol Tegaskan Belum Ada Bukti Produknya Bisa Mematikan Virus Corona Wuhan

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 04 Februari 2020 | 16:18 WIB
Dettol Tegaskan Belum Ada Bukti Produknya Bisa Mematikan Virus Corona Wuhan
Dettol Surface Cleanser Spray (Instagram/@japanby_pui)

Suara.com - Banyak orang mengira Dettol Surface Cleanser spray bisa mematikan virus di tengah kasus wabah virus corona dari Wuhan, China.

Dettol telah memeringatkan tidak ada bukti bahwa Dettol Surface Cleanser spray itu tidak bisa membunuh virus corona Wuhan yang mematikan. Meskipun label pada kemasannya tertulis bisa membunuh virus.

Seorang pembeli lantas membagikan tulisan yang tertera dalam produk Dettol Surface Cleanser spray tersebut. Ia pun menyoroti tentang manfaatnya yang membunuh coronavirus.

"Membunuh e. coli, salmonella, MRSA, rotavirus, virus flu, virus dingin, human coronavirus dan RSV. Bagaimana mereka (produsen Dettol) tahu tentang virus corona itu sejak tahun 2019?" tulis sang pembeli dikutip dari The Sun.

Produsen Dettol pun berusaha menglarifikasi bahwa pihaknya tidak menyarankan dan menjajikan produknya efektif dalam membunuh virus corona Wuhan.

Dettol Surface Cleanser Spray diduga bisa membunuh virus corona (Instagram/@jwescience)
Dettol Surface Cleanser Spray diduga bisa membunuh virus corona (Instagram/@jwescience)

Mereka lantas menjelaskan bahwa manfaat yang tertulis di produknya mengarah pada jenis bug lebih umum yang telah diuji dan terbukti ampuh.

"Produsen telah menyadari spekulasi tentang produk Dettol dan novel 2019-nCoV coronavirus. Tetapi, Dettol belum memiliki akses ke virus baru (2019-nCoV) untuk pengujian. Sehingga belum mengetahui tingkat efektivitas dalam membunuh virus corona terbaru," jelas produsen Dettol.

Mereka juga menjelaskan bahwa produknya telah diuji terhadap virus corona lain, seperti MERS-CoV dan SARS CoV. Bahkan Dettol spray telah terbukti bisa membunuh virus-virus tersebut.

Tetapi, produsen akan mencari tahu produknya efektif dan ampuh membunuh virus corona jenis baru dari Wuhan ini atau tidak.

baca juga

Sementara itu, Paul Hunter, Profesor perlindungan kesehatan dan obat-obatan mengatakan kalau bahan aktif Dettol adalah kloroksilenol yang merupakan desinfektan.

"Kloroksilenol aktif terhadap berbagai virus dan bakteri termasuk coronavirus. Penggunaannya sebagai desinfektan bisa disemprotkan pada permukaan benda mati atau dimasukkan ke dalam sabun," kata Paul Hunter.

Tetapi, Paul Hunter belum tahu Dettol Surface Cleanser spray lebih efektif daripada pembersih standar dan cuci tangan dengan sabun atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Virus Corona, Penumpang Pesawat Pakai Masker di Natuna

Antisipasi Virus Corona, Penumpang Pesawat Pakai Masker di Natuna

Foto | Selasa, 04 Februari 2020 | 15:59 WIB

Hong Kong Konfirmasi Kematian Pertama karena Virus Corona Wuhan

Hong Kong Konfirmasi Kematian Pertama karena Virus Corona Wuhan

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 12:55 WIB

Menderita karena Virus Corona, Viral Video Pasangan Lansia Terbaring Lemah

Menderita karena Virus Corona, Viral Video Pasangan Lansia Terbaring Lemah

Health | Selasa, 04 Februari 2020 | 12:40 WIB

Terkini

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Dari Tradisi Jadi Prestasi: Cerita di Balik Bangkitnya Desa Wisata Kemiren

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:49 WIB

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka yang Singkat dan Menyentuh Hati

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Prestasi Merosot, Timnas Indonesia Mulai Kehilangan Kepercayaan Suporter?

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun

Hanya 12 Hari! Spider-Man Brand New Day Sukses Raup Rp29,5 Triliun

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO

Bukan Sekadar Ikut Tren: Memaknai Kemerdekaan Digital Gen Z di Tengah Gempuran FOMO

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:31 WIB

Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi

Pemerintah Masih Pelajari Mekanisme Refund untuk Konsumen Beras Fortifikasi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26 WIB

BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru

BTN Gandeng Universitas Negeri Semarang Hadirkan KTM Co-Branding untuk 12.000 Mahasiswa Baru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026

Bunga PNM Mekaar Dipangkas dari 20% Jadi 8%, Berlaku September 2026

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:23 WIB

×