Takut Terinfeksi Virus Corona, Dua Perawat di China Diusir Saat Naik Kereta

Sabtu, 08 Februari 2020 | 21:42 WIB
Takut Terinfeksi Virus Corona, Dua Perawat di China Diusir Saat Naik Kereta
Petugas medis memeriksa pasien 2019-nCoV di Rumah Sakit Universitas Wuhan Zhongnan, Provinsi Hubei, China, Selasa (28/1/2020). (ANTARA/HO-ChinaDaily/mii)

Suara.com - Wabah virus corona masih membuat sejumlah orang takut dan khawatir jika terinfeksi oleh orang yang sedang sakit. Hal ini membuat sebagian orang berusaha melindungi diri dari virus corona dengan berbagai cara.

Mulai dari pemakaian masker, tidak berpergian hingga menjaga daya tahan tubuh. Tetapi, ada pula orang-orang yang justru hilang empati terhadap sesama manusia demi melindungi diri dari virus corona.

Seperti kejadian yang dialami oleh sejumlah perawat di China yang diusir dari MRT hanya karena mengenakan seragam perawat dan orang-orang takut jika tertular virus corona.

Padahal perawat juga berada di garis terdepan dalam melawan virus corona dengan menolong puluhan ribu orang yang positig terinfeksi.

"Seorang perawat mengenakan seragam dan masker di kereta (MRT). Lalu dua penumpang wanita memarahinya dengan bahasa yang sangat keras dan mereka menyebut perawat ini telah mengontaminasi kereta," tulis seorang perawat menceritakan perawat lainnya yang diserang penumpang melalui media sosial dikutip dari worldofbuzz.com.

Pasien suspect Virus Corona diseret dari rumah.(Twitter)
Pasien suspect Virus Corona diseret dari rumah.(Twitter)

Karena merasa satu profesi, wanita ini pun berusaha membela dan membantu perawat yang sedang dipojokkan oleh seorang penumpang di kereta.

Tetapi, usaha wanita ini membantu rekan seprofesinya (perawat) ketika dipojokkan oleh penumpang tidak membuahkan hasil. Mereka justru semakin dimaki oleh penumpang tersebut dengan kata-kata lebih kasar.

Hanya karena profesi mereka sebagai perawat, penumpang kereta memandangnya kotor, mengontaminasi kereta dan bisa menyebarkan virus corona di dalam transportasi publik.

Kejadian ini membuat mereka merasa miris. Petugas kesehatan yang sudah berjuang keras melawan virus corona seharusnya diperlakukan lebih baik.

Baca Juga: Gerebek Ganja Sintetis Industri Rumahan,13 Orang Jadi Tersangka

Karena, mereka telah mendedikasikan diri dan merelakan nyawanya dalam bahaya demi menolong korban virus corona. Mereka juga mungkin rela kehilangan waktu istirahat dan meninggalkan keluarga demi melawan virus mematikan ini.

Bahkan mereka mungkin juga sudah mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan untuk mencegah penularan virus corona.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Singapura  mengumumkan bahwa mereka telah meningkatkan Kondisi Sistem Penanggulangan Wabah Penyakit (DORSCON) menjadi Code Orange, tetapi bukan berarti orang-orang harus takut dengan keberadaan staf medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI