Litbangkes Akhirnya Publikasikan Proses Pemeriksaan Virus Corona Covid-19

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Februari 2020 | 11:54 WIB
Litbangkes Akhirnya Publikasikan Proses Pemeriksaan Virus Corona Covid-19
Litbangkes Publikasikan Proses Pemeriksaan Virus Corona COVID-19. (Dok. Kemenkes RI)

Suara.com - Menjawab keraguan masyarakat dan beberapa pihak terkait kapabilitas Indonesia mendeteksi virus corona atau virus yang bernama resmi Covid-19, Kementerian Kesehatan akhirnya mempublikasi secara langsung prosedur pemeriksaan sampel Covid-19 di Badan Litbangkes, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2020).

Prosedur pemeriksaan sampel ini langsung diamati oleh perwakilan Badan Kesehatan Dunia, WHO Indonesia, Dr. Vinod Kumar Bura. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Litbangkes, Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed, juga memastikan pemeriksaan spesimen telah mengikuti standar WHO dan dikerjakan di Lab Biosafety Level (BSL) 2.

"Itu sudah ada pedomannya dan semua negara menggunakan BSL 2. Kita tidak keluar dari alur minimal yang ditetapkan WHO,” kata Dr. Vivi sesaat sebelum memasuki laboratorium.

Dr. Vivi menjelaskan, setidaknya laboratorium Litbangkes memiliki 3 fasilitas utama untuk menyimpan spesimen yang didapat dari pasien yakni fasilitas BSL 2, BSL 3, dan Lab Biorepository. Alat-alat ini setiap tahunnya diperiksa dan diakreditasi oleh WHO.

"Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab kami, dan tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi Lab,” jelas Dr. Vivi.

Adapun prosedur pemeriksaan dibagi dalam tiga bagian yakni penerimaan, pemeriksaan, dan pelaporan. Di tahap penerimaan, spesimen diambil dari pasien di rumah sakit rujukan kemudian dikirim ke Lab Badan Litbangkes.

Untuk memastikan lebih lanjut keakuratan, spesimen yang diterima tidak hanya 1, tapi minimal yang didapat haruslah 3 spesimen dari 1 pasien.

Berlanjut ke tahap pemeriksaan, pada tahap ini spesimen yang diterima Lab Badan Litbangkes diekstraksi untuk diambil RNA-nya (Ribonucleic Acid) atau pembawa informasi genetik virus. Setelah RNA didapat, lalu dicampurkan dengan Reagen (alat pendeteksi virus) untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus, untuk mengetahui ada tidaknya virus atau DNA virus, dan untuk mengetahui genotipe virus yang menginfeksi bisa dilakukan sekuensing.

baca juga

Setelah itu dimasukan ke mesin yang gunanya untuk memperbanyak RNA supaya bisa dibaca oleh spektrofotometer. Hasilnya, akan didapat positive control dengan gambaran kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva (mendatar saja).

Ini adalah satu quality assurance untuk memastikan apa yang diperiksa itu benar atau tidak, kemudian ada kontrol lainnya. Jadi, untuk mengerjakan ini (pemeriksaan spesimen) banyak hal yang harus terpenuhi sebelum menyatakan bahwa sampel yang diperiksa positif atau negatif.

“Jadi kalau positif, dia (sampel) harus menyerupai dengan positive control-nya. Jadi selama ini spesimen yang diperiksa negatif karena semua datar menyerupai negative control-nya,” tutur dr. Vivi.

Nah, pada tahap terakhir, yakni pelaporan, Dr. Vivi mengatakan memang ada alur khusus yang harus lebih dulu dilakukan untuk sampai tahap pelaporan atau konfirmasi hasil.

“Kita semua bekerja sesuai pedoman WHO bahwa pengambilan spesimen tidak dilakukan sekali tapi beberapa spesimen pada satu orang pasien,” lanjutnya.

Sementara itu, hingga 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB, sudah ada 64 spesimen Covid-19 yang berasal dari 16 provinsi ke Litbangkes. 62 spesimen terkonfirmasi negatif Covid-19 dan 2 lainnya masih dalam pemeriksaan.

Adapun rincian 16 provinsi itu ialah DKI sebanyak 14 spesimen, Bali 11 spesimen, Jawa Tengah 7 spesimen, Jawa Barat 6 spesimen, Jawa Timur 6 spesimen, Banten 4 spesimen, Sulawesi Utara 4 spesimen, DIY 3 spesimen, Kalimantan Barat 2 spesimen, Jambi 1 spesimen, Papua Barat 1 spesimen, NTB 1 spesimen, Kepulauan Riau 1 spesimen, Bengkulu 1 spesimen, Kalimantan Barat 1 spesimen, dan Sulawesi Tenggara 1 spesimen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Menetapkan Nama untuk Penyakit yang Disebabkan Coronavirus

WHO Menetapkan Nama untuk Penyakit yang Disebabkan Coronavirus

Your Say | Rabu, 12 Februari 2020 | 11:44 WIB

China Luncurkan Aplikasi Detektor Covid-19, Bermanfaat di Kendaraan

China Luncurkan Aplikasi Detektor Covid-19, Bermanfaat di Kendaraan

Otomotif | Rabu, 12 Februari 2020 | 10:50 WIB

174 Orang di Kapal Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, Ada WNI?

174 Orang di Kapal Diamond Princess Terinfeksi Virus Corona, Ada WNI?

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 10:41 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×