Banjir Lagi, Kemenkes Ingatkan Kembali Penyakit Leptospirosis

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 26 Februari 2020 | 17:14 WIB
Banjir Lagi, Kemenkes Ingatkan Kembali Penyakit Leptospirosis
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Setelah banjir mengepung ibu kota Jakarta dan sekitarnya pada Januari lalu, kini akhir Februari 2020, banjir kembali menerjang Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang.

Berbicara soal banjir, Kementerian Kesehatan RI kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyakit yang disebabkan bakteri dari hewan, seperti kencing tikus atau dikenal dengan leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit dengan golongan zoonosis, atau penyakit yang ditularkan melalui hewan. Kencing tikus mengandung bakteri leptospira yang bisa berkembang menjadi penyakit meningitis dan bisa berakibat fatal.

Edukasi diberikan kemenkes hingga lingkup terkecil yaitu Puskesmas, yang meminta masyarakat waspada terhadap penyakit-penyakit akibat peralihan musim dari panas ke hujan.

"Ya kita lewat puskesmas kita edukasi kepada masyarakat, jadi, dari musim kemarau masuk musim hujan ya penyakit-penyakit yang terkait dengan banjir. Kalau nggak nanti letospira, karena ada penyakit yang terkait dengan banjir. Kalau dari binatang yaitu diedukasi," ujar Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Pritasari, MQIH, di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Sayang, kata Kirana, Kemenkes tidak bisa mengontrol semua hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Apalagi mengontrol posko-posko kesehatan yang berada di masing-masing wilayah pemerintah provinsi, kota hingga kabupaten. Namun, Kemenkes memastikan memberi dukungan.

"Tapi kan pelaksana semua ada di tingkat kabupaten kota, kita nggak bisa mengendalikan langsung posko-posko itu," katanya.

"Ya kita berikan dukungan ke pemerintah daerah, tapi kita tidak yang bertanggung jawab langsung," lanjutnya.

baca juga

Sementara itu, hujan yang terus mengguyur sejak Senin, 24 Februari malam hingga Selasa, 25 Februari pagi, membuat sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir. Ketinggian air pun beragam dari 1 meter hingga 2 meter dan membuat masyarakat setempat membangun tenda pengungsian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Hari Direndam Banjir, Warga Bumi Nasio Bekasi Butuh Bantuan Makanan

Dua Hari Direndam Banjir, Warga Bumi Nasio Bekasi Butuh Bantuan Makanan

Jabar | Rabu, 26 Februari 2020 | 17:09 WIB

5 Orang Tewas Selama 2 Hari Banjir di Jakarta, Tangerang dan Bekasi

5 Orang Tewas Selama 2 Hari Banjir di Jakarta, Tangerang dan Bekasi

News | Rabu, 26 Februari 2020 | 16:22 WIB

Kondisi Terakhir Jaringan First Media Usai Banjir Jabotabek

Kondisi Terakhir Jaringan First Media Usai Banjir Jabotabek

Tekno | Rabu, 26 Februari 2020 | 17:00 WIB

Terkini

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

8 Cara Mengatasi Cushion yang Terasa Terlalu Pekat atau Terlalu Cair

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing

Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:01 WIB

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

×