Berisiko Terkena Corona Covid-19, Indonesia Harus Awasi Jalur Tikus

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 02 Maret 2020 | 10:12 WIB
Berisiko Terkena Corona Covid-19, Indonesia Harus Awasi Jalur Tikus
Petugas medis beda memasuki ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/2). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Suara.com - Keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar memang diakui membuatnya jadi sulit untuk memantau pintu masuk pendatang dari luar negeri. Itu sebabnya, Indonesia berisiko terhadap masuknya virus corona Covid-19.

"Jadi kalau dibilang berisiko, ya Indonesia termasuk negara yang berisiko untuk masuknya virus corona," ujar Ketua Umum Penghimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dr. Moh Adib Khumaidi, Sp.OT, di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dari 135 pintu masuk negara di darat, laut, dan udara, diakui memang sering kali ada jalur tikus pintu masuk yang tidak terdeteksi. Nah, hal ini juga yang patut diawasi tanpa pengecualian.

"Ya (semua pintu masuk dicek), jadi pemeriksaan khusus untuk kemudian kita skrining itu harus. Jalur masuk di Indonesia cukup banyak, ada beberapa di jalur masuk bandara, laut, perbatasan darat juga ada. Sehingga pintu-pintu masuk yang itu kemudian thermal scan harus ada, tenaga kesehatan juga kita kasih pelatihan," papar dr. Moh Adib.

Dr. Moh Adib juga melihat, saat ada kasus ditemukan positif maka akan terlihat rekaman perjalanan, dan proses penularan virus dari satu orang ke orang lainnya. Lalu, pastikan saat ada dari mereka yang baru tiba dari negara terdampak, bisa diberikan informasi dan prosedur yang harus dilakukan.

"Tapi yang paling penting saat bicara case finding-nya, maka ada te-record, keluar masuknya termasuk juga diinformasikan kepada yang di jalur masuk itu dia berasal dari daerah endemik," jelasnya.

"Kalau ada keluhan, dia harus segera kemana itu sudah diinformasikan, supaya masyarakat tahu, kalau dia berobat mendatangi siapa dan kemudian apa yang harus dia lakukan," sambungnya.

Dari sisi perawatan, para petugas medis juga diminta tidak abai dan tetap memberlakukan mereka yang suspect atau dicurigai untuk melakukan prosedur isolasi di ruangan khusus.

"Tapi, perlakuan yang kemudian terduga dirawat di rumah sakit pun oleh teman-teman kami di kedokteran di beberapa rumah sakit yang merawat dengan pasien-pasien terduga, kita tetap memberlakukan seperti halnya pasien-pasien yang kemudian dicurigai dengan penyakit virus, seperti halnya dulu yang pernah kita lakukan pada saat ada SARS atau flu burung," tutup dr. Moh Adib.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal Ceramah Virus Corona Tentara Allah

Klarifikasi Ustaz Abdul Somad soal Ceramah Virus Corona Tentara Allah

News | Senin, 02 Maret 2020 | 09:07 WIB

Update Corona Covid-19: Korban Tewas Tembus 3.055 Jiwa, 88.590 Terinfeksi

Update Corona Covid-19: Korban Tewas Tembus 3.055 Jiwa, 88.590 Terinfeksi

Health | Senin, 02 Maret 2020 | 08:18 WIB

Imbas Wabah Corona Covid-19, Gelaran Festival Bunga Sakura di Jepang Batal

Imbas Wabah Corona Covid-19, Gelaran Festival Bunga Sakura di Jepang Batal

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Kalau Tiap Tahun Harus Disuntik Anggaran, Apa yang Sebenarnya Dibangun?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 11:30 WIB

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Bupati Gowa Dicekal ke Luar Negeri

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 11:29 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Apakah Viva Queen Whitening Advanced Face Serum Bagus? Cek Manfaatnya sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:25 WIB

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

Cerdik! Jalur Laut Kaspia Jadi Pilihan Iran Menembus Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 28 September 2026 | 11:24 WIB

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

Jokowi Belum Beri Dampak Signifikan, PSI Dinilai Masih Jadi Partai Gurem

News | Senin, 28 September 2026 | 11:23 WIB

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas

Jakarta | Senin, 28 September 2026 | 11:21 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Bagaimana Cara Membersihkan Alas Setrika Uap yang Tersumbat Kerak Air?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 11:20 WIB

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Pertamax Turbo Panaskan Final MotoPrix 2026 di Mijen Semarang

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 11:17 WIB

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

Panas Laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Polda Metro Jaya Terjunkan 2.373 Personel di SUGBK

News | Senin, 28 September 2026 | 11:15 WIB

×