Akibat Penyakit Langka, Bocah 8 Tahun Ini Konsumsi Viagra

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 07 Maret 2020 | 07:30 WIB
Akibat Penyakit Langka, Bocah 8 Tahun Ini Konsumsi Viagra
Ilustrasi viagra (shutterstock)

Suara.com - Viagra adalah obat untuk orang dewasa atau sudah berkeluarga yang sedang mengalami disfungsi ereksi. Tapi, seorang gadis 8 tahun asal China ini menghebohkan petugas apotek ketika hendak membeli obat viagra.

Mulanya dilansir dari jqknews.com, anak 8 tahun itu pergi ke apotek sendiri untuk membeli viagra. Apoteker yang bertugas pun terkejut dan bingung alasan bocah 8 tahun itu membeli viagra.

Lalu, apoteker menanyakan alasannya si anak membeli viagra. Gadis itu pun mengaku membeli viagra untuk mengobati penyakitnya dengan suara lirih.

Ternyata bocah 8 tahun itu menderita penyakit hipertensi paru. Karena peningkatkan resistensi pembuluh darah paru, ia pun kekurangan oksigen. Akibatnya, bibirnya membiru dan ungu.

Data statistik menunjukkan bahwa hipertensi paru termasuk penyakit langka yang pravalensi hanya sekitar 1 persen dari populasi secara global. Beberapa ahli pun berpendapat kalau ada sekitar 5 juta orang menderita penyakit ini di China, tetapi hanya 200 ribuan pasien yang menjalani pengobatan.

Ilustrasi paru-paru anak (shutterstock)
Ilustrasi paru-paru anak (shutterstock)

Mirisnya lagi, banyak pasien hipertensi paru seperti bocah ini justru salah diagnosis. Jadi, banyak pasien salah diagnosis yang melewatkan pengobatan.

Selain itu, obat untuk mengatasi penyakit ini justru harus diimpor dan sangat mahal. Oleh karenanya, banyak pasien yang tidak bisa menanggungnya tanpa bantuan asuransi.

Akibatnya, pasien hipertensi paru berada di bawah tekanan mental besar tetapi mereka harus tetap bekerja atau beraktivitas.

Dalam kasus bocah 8 tahun kali ini, ia pertama kali didiagnosis hipertensi paru ketika usia 3 tahun oleh rumah sakit di Wuhan. Saat itu, ibu kandungnya pun terkejut dan menangis sepanjang waktu.

baca juga

Saat usia 2 tahun, dia sudah mulai tidak suka berjalan, sakit pilek dan demam. Tetapi, kedua orangtuanya berpikir itu hanya kekebalan tubuh anaknya yang melemah.

Ilustrasi viagra. (Shutterstock)
Ilustrasi viagra. (Shutterstock)

Suatu hari, sang ibu menyadari bahwa jantung anaknya membengkak. Dokter pun memberi tahu kalau ada sesuatu yang salah dengan arteri paru-paru anaknya.

Akhirnya, orangtua membawa anaknya ke rumah sakit. Tetapi, tim medis baru mendiagnosis anaknya menderita hipertensi paru setelah 6 bulan.

Hipertensi paru juga dikenal sebagai kanker pada penyakit kardiovaskular. Penyakit ini disebabkan oleh tekanan arteri pulmonalis yang mengarah pada hipertrofi ventrikel kanan, gagal jantung hingga kematian.

Sebagian pasien biasnaya bergantung pada obat-obatan untuk mengendalikan kondisinya. Ada pula yang meninggal dunia karena gagal jantung.

Pada pasien yang tidak mampu, biasanya akan mengonsumsi viagra untuk mengatasi kondisinya. Li Chunli, kepala dokter dari Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Guangzhou mengatakan obat-obatan viagra memang bisa mengatasi hipertensi paru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Penyerta Ini Diidap Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Penyakit Penyerta Ini Diidap Mayoritas Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia

Health | Senin, 02 Maret 2020 | 11:55 WIB

Penyakit Ginjal Kronis jadi Penyebab 1 Juta Kematian di Seluruh Dunia

Penyakit Ginjal Kronis jadi Penyebab 1 Juta Kematian di Seluruh Dunia

Health | Minggu, 16 Februari 2020 | 17:17 WIB

Kasus Jarang, Pria Memiliki Penglihatan Berwarna Biru Usai Konsumsi Viagra

Kasus Jarang, Pria Memiliki Penglihatan Berwarna Biru Usai Konsumsi Viagra

Health | Rabu, 12 Februari 2020 | 10:37 WIB

Ketahui Khasiat dari Lebih Banyak Konsumsi Sayuran daripada Daging

Ketahui Khasiat dari Lebih Banyak Konsumsi Sayuran daripada Daging

Health | Senin, 30 Desember 2019 | 19:12 WIB

Terkini

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:00 WIB

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli

Batam | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:52 WIB

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:49 WIB

×