Wabah Corona Covid-19 Ancam Kesehatan Mental Anak, Ketahui Tandanya

Kamis, 26 Maret 2020 | 14:48 WIB
Wabah Corona Covid-19 Ancam Kesehatan Mental Anak, Ketahui Tandanya
Ilustrasi anak-anak mengisolasi diri di dalam rumah dan main gadget (Shutterstock).

Suara.com - Wabah virus corona Covid-19 telah berdampak besar pada kehidupan sosial manusia. Semua orang diminta tetap tinggal di dalam rumah dan menjaga jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus.

Situasi ini pastinya berdampak pada kondisi mental banyak orang, karena harus lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah untuk jangka waktu yang belum jelas.

Apalagi banyak orang juga merasa ketakutan dan cemas akan penularan virus corona yang begitu cepat. Bukan tak mungkin seseorang bisa mengalami stres berat akibat pandemi global ini.

"Sebelumnya, tekanan sebesar ini belum pernah terjadi, apalagi ini dirasakan oleh semua orang," karta seorang psikoterapis dikutip dari Fox News.

Bahkan, anak-anak juga bisa merasakan stres akibat wabah virus corona Covid-19. Dr Tali Raviv, associate director Center for Childhood Resilience di Ann & Robert H. Lurie Children's Hospital di Chicago telah mengatakan bahwa wabah ini bisa memengaruhi kesehatan mental anak-anak.

Ilustrasi anak-anak (shutterstock)
Ilustrasi anak-anak (shutterstock)

Saat stres dan rutinitas terganggu, normalnya orang-orang dari segala usia akan mengalami masa-masa sulit karena tak terbiasa. Pada anak-anak, masa-masa ini mungkin akan menyebabkan mimpi buruk, tangisan hingga amarah.

Orangtua juga bisa melihat tanda-tanda kesehatan mental anak terganggu atau mereka stres, seperti tiba-tiba suka mengisap jempol atau mengompol.

Pada anak remaja, Anda mungkin akan melihat perubahan fisiologis, seperti perubahan tidur dan nafsu makan, berkurangnya energi atau peningkatan gejala fisik, seperti sakit kepala atau perut.

Beberapa anak-anak mungkin juga lebih nyaman menarik diri dari lingkungan sosial atau terbiasa terisolasi. Akhirnya, meningkatnya kekhawatiran tentang kesehatan dan masa depan juga akan terjadi.

Baca Juga: Awas, Sering Minum Air Panas Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan!

Walaupun semua ini termasuk reaksi normal, orangtua harus mengamati perilaku anaknya dan memperhatikan perubahannya. Jadi, orangtua bisa membantu menjaga kesehatan mental anak-anak.

Adapun tanda-tanda banyak Anda membutuhkan bantuan profesional untuk menghadapi anak-anak, ketika terjadi perubahan perilaku selama lebih dari 1 bulan.

Jika kekhawatiran yang lebih mendesak, bisa jadi akan muncul beberapa dampak seperti pemikiran kematian atau bunuh diri, perilaku merugikan diri sendiri, serangan panik dan agresi fisik atau verbal yang mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI