BPOM AS Beri Izin Penggunaan Klorokuin Sebagai Obat Darurat Corona Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 31 Maret 2020 | 12:45 WIB
BPOM AS Beri Izin Penggunaan Klorokuin Sebagai Obat Darurat Corona Covid-19
Sejenis klorokuin yang digunakan sebagai bagian dari pengobatan pasien Covid-19 di Prancis pada Februari 2020. [AFP/Gerard Julien]

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat, telah memberikan izin penggunaan darurat hydroxychloroquine dan chloroquine sebagai obat COVID-19.

Mereka mengizinkan obat-obatan itu untuk disumbangkan ke National Stockpile Strategis untuk didistribusikan dan diresepkan oleh dokter untuk pasien remaja dan dewasa yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19. Demikian seperti dilansir dari Politico.

"Para ilmuwan di Amerika dan di seluruh dunia telah mengidentifikasi beberapa terapi potensial untuk COVID19, termasuk chloroquine dan hydroxychloroquine," kata Sekretaris Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, Alex Azar dalam twitnya.

Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate. (Shutterstock)

Sementara itu sejumlah ilmuwan tetap masih terhadap upaya tersebut. Mengingat kurangnya data tentang kemanjuran obat untuk perawatan coronavirus.

Selain itu, sejumlah ilmuwan khawatir masyarakat akan berbondong-bondong membelinya, dan membuat pasien yang membutuhkan kesulitan mendapatkannya.

Sementara itu, sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah sudah memesan jutaan obat Avigan dan Klorokuin (Chloroquine).Dua obat ini disebut efektif melawan virus corona atau Covid-19.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah sudah mendatangkan ribuan obat avigan.

Kepala Negara juga menyebut bahwa obat Avigan dan klorokuin sudah dicoba oleh tiga negara dan disebut memberikan kesembuhan pada pasien positif corona Covid-19.

"Kami sudah mendatangkan 5.000 Avigan, dan dalam proses pemesanan ada 2 juta. Kemudian yang kedua Chloroquine, sudah siap 3 juta,” kata Jokowi dalam konferensi pers via video, Jumat (20/3/2020).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset Obat Baru Corona, Unair: Moga Lebih Ampuh dari Avigan dan Klorokuin

Riset Obat Baru Corona, Unair: Moga Lebih Ampuh dari Avigan dan Klorokuin

Jatim | Sabtu, 28 Maret 2020 | 14:19 WIB

Hasil Uji Klinis Klorokuin di Prancis Beri Harapan untuk Kalahkan Covid-19

Hasil Uji Klinis Klorokuin di Prancis Beri Harapan untuk Kalahkan Covid-19

Tekno | Selasa, 24 Maret 2020 | 18:23 WIB

Pria Arizona Tewas Usai Menenggak Klorokuin untuk Obati Covid-19

Pria Arizona Tewas Usai Menenggak Klorokuin untuk Obati Covid-19

Health | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:31 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×